Negara NATO: Ukraina Punya Hak Menginvasi Balik Rusia

Kamis, 08 Desember 2022 - 14:07 WIB
loading...
Negara NATO: Ukraina...
Jerman, salah satu negara NATO, berpendapat bahwa Ukraina mempunyai hak untuk menginvasi balik Rusia. Foto/REUTERS via Maxar Technologies
A A A
BERLIN - Jerman, salah satu negara NATO, berpendapat bahwa Ukraina memiliki hak untuk menginvasi balik Rusia sebagai tindakan membela diri.

Argumen itu muncul setelah dua pangkalan udara di wilayah Rusia diserang drone, yang Moskow sebut pelakunya adalah militer Kiev.

Kiev secara resmi belum mengaku bertanggung jawab atas serangan drone yang menyebakan dua pesawat pengebom nuklir Rusia rusak. Namun, pejabat di lingkaran dalam Presiden Voloymyr Zelensky mengakui bahwa serangan itu dilakukan oleh pasukan Ukraina.

Amerika Serikat (AS), yang memimpin aliansi NATO, enggan memberikan penilaian atas serangan drone tersebut. Washington juga menegaskan tidak mengizinkan dan tidak mendorong Kiev untuk melakukan serangan balik jauh di dalam wilayah Rusia.

Baca juga: Ukraina Diduga Invasi Balik Rusia, Ini Reaksi AS

"Ukraina memiliki hak untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB," kata juru bicara pemerintah Jerman Steffen Hebestreit kepada wartawan ketika diminta untuk mengomentari laporan ledakan di lapangan terbang militer Rusia.

"Ukraina tidak berkewajiban membatasi upaya pertahanan di wilayahnya sendiri," lanjut dia, seperti dikutip Russia Today, kamis (8/12/2022).

Dua pangkalan pesawat pengebom strategis di wilayah Ryazan dan Saratov diserang oleh drone pada Senin pagi.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, tiga anggota dinas tewas dan beberapa lainnya luka-luka, sementara dua pesawat mengalami kerusakan ringan.

Namun, kementerian itu menegaskan bahwa serangan itu tidak mengganggu serangan yang direncanakan terhadap logistik militer Ukraina di kemudian hari.

Serangan itu terjadi pada hari yang sama dengan pengungkapan bahwa AS telah memodifikasi peluncur roket HIMARS sehingga Ukraina tidak dapat menggunakannya untuk menembakkan rudal jarak jauh. Langkah itu diduga sebagai upaya Washington untuk menghindari eskalasi dengan Kremlin.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan kepada wartawan bahwa Washington "tidak mendorong atau memungkinkan Ukraina untuk menyerang di dalam wilayah Rusia".

"Tetapi, memberi peralatan yang mereka butuhkan untuk mempertahankan diri," katanya.

Moskow telah berulang kali memperingatkan AS dan NATO bahwa memberikan senjata berat ke Ukraina berisiko melintasi "garis merah" Rusia, dan melibatkan mereka dalam konflik secara langsung.

Washington dan sekutunya bersikeras bahwa mereka bukan pihak dalam permusuhan, tetapi terus mempersenjatai Kiev.

Kanselir Jerman Olaf Scholz telah berjanji untuk berinvestasi lebih banyak ke militernya."Sehingga Berlin dapat menjadi penjamin keamanan Eropa yang diharapkan oleh sekutu kami, pembangun jembatan di dalam Uni Eropa," katanya.

Mamun, media Jerman telah mencatat bahwa dibutuhkan waktu hingga 2026 untuk mencapai tujuan mandat NATO guna membelanjakan 2% dari PDB untuk angkatan bersenjata.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
Bawa Molotov saat Demo...
Bawa Molotov saat Demo Mahasiswa, Satu Pengunjuk Rasa Jadi Tersangka
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Berita Terkini
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved