Analisis Mampu Tidaknya China Tenggelamkan Kapal Induk AS

Jum'at, 10 Juli 2020 - 07:59 WIB
loading...
A A A
Sebagai contoh, rudal SM-6 Angkatan Laut dan Evolved Sea Sparrow Missile (ESSM) Block II sekarang direkayasa dengan perangkat lunak dan upgrade sensor yang memungkinkan mereka untuk melihat dengan lebih baik dan menghancurkan "target bergerak" yang mendekat.

Upgrade teknis SM-6, misalnya,dilengkapipencari "dual-mode" ke dalam senjata itu sendiri yang memungkinkannya untuk membedakan target bergerak dengan lebih baik dan menyesuaikan penerbangan untuk menghancurkannya.

ESSM Block II, juga memiliki mode penelusuran laut yang memungkinkan misil pencegat untuk menghancurkan rudal-rudal yang mendekat yang terbang paralel ke permukaan pada ketinggian yang lebih rendah.

Sensor udara baru juga, seperti drone canggih dan pesawat tempur siluman F-35C ISR yang berkemampuan besar kemungkinan akan berhasil dalam membuktikan aset pengawasan "aerial node" yang dapat membantu memberi petunjuk kepada komandan kapal permukaan untuk mendekati rudal.

Apa artinya semua ini adalah bahwa, terlepas dari klaim China bahwa rudal pembunuh kapal induknya membuat kapal induk AS usang, tampaknya masuk akal bahwa kelompok-kelompok tempur kapal induk Amerika tetap menjadi ancaman serius, dan, sederhananya, akan melakukan perlawanan besar.

Faktor-faktor tersebut kemungkinan menjadi bagian dari alasan mengapa para pemimpin Angkatan Laut AS terus mengatakan bahwa kapal induknya dapat beroperasi dengan sukses di mana pun mereka membutuhkan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved