Aksi Protes Nasional, Khamenei Serukan Perombakan Sistem Budaya Iran
Rabu, 07 Desember 2022 - 07:30 WIB
loading...
Aksi Protes Nasional, Khamenei Serukan Perombakan Sistem Budaya Iran. FOTO/Reuters
A
A
A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei , menyerukan "rekonstruksi revolusioner dari sistem budaya negara". Hal itu diutarakan Khamenei ketika aksi protes nasional terus menekan pihak berwenang Iran .
"Penting untuk merevolusi struktur budaya negara. Dewan tertinggi harus mengamati kelemahan budaya di berbagai bidang negara," kata Khamenei dalam pertemuannya dengan dewan budaya negara, seperti dikutip dari Reuters.
Baca: Khamenei: Negosiasi dengan AS Tidak Akan Mengakhiri Masalah
Iran telah diguncang kerusuhan sejak kematian seorang wanita Kurdi Mahsa Amini pada 16 September dalam tahanan polisi setelah penangkapannya karena mengenakan "pakaian Islami yang tidak pantas". Aksi demonstrasi selama dua bulan terakhir ini telah menjadi salah satu tantangan terkuat bagi Republik Islam sejak revolusi 1979.
Khamenei sebelumnya telah mengatakan, negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) tidak akan mengakhiri "masalah" yang telah mengguncang republik Islam selama dua bulan terakhir. Pejabat pemerintah menyalahkan "kerusuhan" pada "musuh asing" di Barat yang mereka tuduh menghasut pelanggaran hukum.
"Penting untuk merevolusi struktur budaya negara. Dewan tertinggi harus mengamati kelemahan budaya di berbagai bidang negara," kata Khamenei dalam pertemuannya dengan dewan budaya negara, seperti dikutip dari Reuters.
Baca: Khamenei: Negosiasi dengan AS Tidak Akan Mengakhiri Masalah
Iran telah diguncang kerusuhan sejak kematian seorang wanita Kurdi Mahsa Amini pada 16 September dalam tahanan polisi setelah penangkapannya karena mengenakan "pakaian Islami yang tidak pantas". Aksi demonstrasi selama dua bulan terakhir ini telah menjadi salah satu tantangan terkuat bagi Republik Islam sejak revolusi 1979.
Khamenei sebelumnya telah mengatakan, negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) tidak akan mengakhiri "masalah" yang telah mengguncang republik Islam selama dua bulan terakhir. Pejabat pemerintah menyalahkan "kerusuhan" pada "musuh asing" di Barat yang mereka tuduh menghasut pelanggaran hukum.
Lihat Juga :