Pertimbangkan Ancaman Rusia, Jerman Adopsi Strategi Keamanan Baru

Selasa, 06 Desember 2022 - 06:00 WIB
loading...
Pertimbangkan Ancaman...
Pertimbangkan Ancaman Rusia, Jerman Adopsi Strategi Keamanan Baru. FOTO/Reuters
A A A
BERLIN - Pemerintah Jerman akan mengadopsi strategi keamanan nasional baru yang akan memperhitungkan 'ancaman dari Rusia ' dalam beberapa bulan. Hal itu diungkapkan Kanselir Jerman, Olaf Scholz dalam artikelnya untuk majalah Foreign Affairs.

“Selama tiga dekade terakhir, keputusan mengenai keamanan Jerman dan perlengkapan angkatan bersenjata negara diambil dengan latar belakang Eropa yang damai. Sekarang, pertanyaan panduannya adalah ancaman apa yang harus kita dan sekutu kita hadapi di Eropa, paling cepat dari Rusia," jelas Scholz, seperti dikutip dari TASS, Senin (5/12/2022).

Baca: Jerman Tiba-tiba Prihatin dengan Rencana Beli 35 Jet Tempur Siluman F-35

Menurutnya, ancaman tersebut termasuk "potensi serangan di wilayah sekutu, perang dunia maya, dan bahkan kemungkinan kecil serangan nuklir". Scholz mencatat bahwa kemitraan transatlantik akan memainkan peran khusus dalam hal ini.

"Presiden AS Joe Biden dan pemerintahannya pantas mendapat pujian karena membangun dan berinvestasi dalam kemitraan dan aliansi yang kuat di seluruh dunia. Tetapi, kemitraan transatlantik yang seimbang dan tangguh juga mengharuskan Jerman dan Eropa memainkan peran aktif," kata Scholz.

Scholz ingat bahwa pemerintah Jerman memutuskan untuk menciptakan dana khusus 100 miliar Euro untuk melengkapi angkatan bersenjata dengan lebih baik, yang membutuhkan perubahan konstitusi.

Menurut Scholz, langkah tersebut merupakan "perubahan paling mencolok dalam kebijakan keamanan Jerman sejak berdirinya Bundeswehr pada tahun 1955."

Baca: Pemerintah Jerman Didesak Segera Atasi Masalah Kekurangan Amunisi

Ia juga menegaskan, sanksi Barat terhadap Rusia tidak akan dicabut, jika Rusia "mendikte" persyaratan penyelesaian perdamaian di Ukraina. "Jelas sejak awal perang bahwa sanksi ini harus diberlakukan untuk waktu yang lama, karena keefektifannya meningkat setiap minggu," tulis Scholz.

Dia menyatakan bahwa Moskow "perlu memahami bahwa tidak ada satu sanksi pun yang akan dicabut jika Rusia mencoba mendikte syarat-syarat kesepakatan damai."

"Jerman siap mencapai pengaturan untuk mempertahankan keamanan Ukraina sebagai bagian dari penyelesaian perdamaian pascaperang yang potensial," kata Scholz. Dia berpendapat bahwa untuk mengakhiri konflik di Ukraina, Rusia harus menarik pasukannya.

“Pesan kami ke Moskow sangat jelas: kami bertekad untuk mempertahankan setiap jengkal wilayah NATO dari segala kemungkinan agresi. Kami akan menghormati janji serius NATO bahwa serangan terhadap salah satu sekutu akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh aliansi,” tandasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved