Demonstran Iran Serukan Aksi Mogok Tiga Hari

Minggu, 04 Desember 2022 - 22:15 WIB
loading...
Demonstran Iran Serukan...
Demonstran Iran Serukan Aksi Mogok Tiga Hari.
A A A
TEHERAN - Para pengunjuk rasa di Iran pada Minggu (4/12/2022) menyerukan pemogokan tiga hari yang dimulai pada awal pekan depan. Mereka berusaha untuk mempertahankan tekanan pada pihak berwenang atas kematian Mahsa Amini.

Aksi mogok direncanakan pada hari Presiden Ebrahim Raisi dijadwalkan berpidato di hadapan para siswa di Teheran. Raisi diperkirakan akan mengunjungi Universitas Teheran pada Rabu (7/12/2022), yang dirayakan di Iran sebagai Hari Mahasiswa.

Baca: Iran: Lebih dari 200 Orang Tewas dalam Aksi Protes Mahsa Amini

Bertepatan dengan Hari Pelajar, pengunjuk rasa menyerukan pemogokan oleh pedagang dan unjuk rasa menuju Lapangan Azadi (Kebebasan) Teheran, menurut postingan individu yang dibagikan di Twitter oleh akun yang tidak diverifikasi oleh Reuters.

Mereka juga menyerukan pemboikotan kegiatan ekonomi selama tiga hari mulai Senin (5/12/2022). Seruan serupa untuk aksi pemogokan dan mobilisasi massa dalam beberapa pekan terakhir mengakibatkan eskalasi kerusuhan yang melanda negara itu - beberapa protes anti-pemerintah terbesar sejak Revolusi Islam Iran 1979

Kantor berita aktivis HRANA mengatakan, 470 pengunjuk rasa telah tewas pada Sabtu (3/12/2022), termasuk 64 anak di bawah umur. Dikatakan 18.210 demonstran ditangkap dan 61 anggota pasukan keamanan tewas.

Dewan Keamanan Negara Kementerian Dalam Negeri Iran mengatakan pada Sabtu, jumlah korban tewas adalah 200, menurut kantor berita pengadilan Mizan.

Baca: Kelompok HAM Iran Sebut 448 Tewas dalam Penanganan Aksi Protes Massal

Protes nasional dimulai setelah Amini, seorang wanita Iran Kurdi berusia 22 tahun, meninggal dalam tahanan polisi moralitas Iran pada 16 September, setelah dia ditahan karena melanggar batasan hijab yang mengatur cara berpakaian wanita.

Jaksa Penuntut Umum Iran, Mohammad Jafar Montazeri, mengatakan bahwa polisi moral telah dibubarkan. "Otoritas yang sama, yang membentuk polisi ini telah menutupnya," kata Montazeri.

Kementerian Dalam Negeri Iran, yang merupakan otoritas yang bertanggung jawab atas polisi moralitas, belum mengomentari status pasukan tersebut, yang bertugas memantau pakaian dan perilaku publik Iran.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Nah, Diam-Diam Bahrain...
Nah, Diam-Diam Bahrain dan Kuwait Ikut Serang Iran
Rekomendasi
Wamendagri: Indonesia...
Wamendagri: Indonesia Punya Satu Kesempatan Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Negara Maju
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Malaysia Comeback, Tundukkan Myanmar 2-1
Berita Terkini
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved