Pertahanan Rusia Diperbarui, Tentara Tak Takut Lagi Digempur HIMARS

Sabtu, 03 Desember 2022 - 00:20 WIB
loading...
Pertahanan Rusia Diperbarui,...
Perhitungan sistem rudal anti-pesawat (SAM) S-300 Favorit selama pemeriksaan kesiapan tempur di resimen pertahanan udara. Foto/sputnik
A A A
MOSKOW - Sistem pertahanan udara Rusia sekarang tidak akan memiliki masalah dalam mendeteksi dan menghancurkan rudal yang ditembakkan dari Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) buatan Amerika Serikat (AS).

Alasannya, kini sistem pertahanan Rusia sudah memiliki perangkat lunak baru. RIA Novosti melaporkan hal itu pada Jumat (2/12/2022), mengutip seorang komandan militer Rusia yang tidak disebutkan namanya.

Menurut perwira yang bertugas di Wilayah Zaporozhye Rusia itu, pasukan Ukraina awalnya menggunakan senjata era Soviet, tetapi kini beralih ke senjata yang disediakan negara-negara NATO, termasuk rudal HIMARS.

Namun, dia mengatakan pasukan Rusia sekarang dapat dengan mudah menangkis serangan semacam itu karena “pembaruan program baru.”

Baca juga: PM Finlandia: Eropa Tak Cukup Kuat, Kita akan Bermasalah Tanpa AS

“Sekarang kami tidak memiliki masalah dalam mendeteksi, melacak, dan menghancurkannya,” ujar dia.

Dia menambahkan, unitnya telah menjatuhkan sekitar 10 rudal HIMARS, empat di antaranya dalam sebulan terakhir.

Menyusul dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina, AS telah memberi Ukraina persenjataan dalam jumlah besar hingga sekitar USD19 miliar.

Menurut Departemen Pertahanan AS, per 23 November, Washington telah berkomitmen mendukung Kiev dengan 38 HIMARS dan amunisi yang relevan.

Pada Kamis, Pentagon memberikan kontrak senilai USD431 juta untuk produksi peluncur HIMARS kepada Lockheed Martin untuk “memuaskan kebutuhan mendesak mendukung” Angkatan Darat AS dan mitra asing Washington. Kesepakatan itu diperkirakan akan selesai pada akhir 2025.

Pejabat Rusia berulang kali memperingatkan Barat agar tidak memompa senjata ke Ukraina, dengan alasan ini hanya akan memperpanjang konflik.

Moskow juga mengatakan Kiev menggunakan rudal HIMARS untuk melakukan serangan di blok perumahan dan infrastruktur sipil lainnya, yang mengakibatkan banyak kematian dan cedera di Donbass dan lainnya yang baru saja dimasukkan ke dalam bekas wilayah Ukraina Rusia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Ini Penyebab Dasar Laut...
Ini Penyebab Dasar Laut Filipina Terangkat 2 Meter akibat Gempa Dahsyat M7,8
Rekomendasi
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Profil Luca Zidane,...
Profil Luca Zidane, Kiper Aljazair Putra Zinedine Zidane yang Kebobolan Hattrick Messi
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Berita Terkini
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved