Pembom PLA Mendarat di Rusia, NATO Cari Cara Hindari Bentrokan dengan China
Kamis, 01 Desember 2022 - 23:19 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pembom strategis Rusia-China telah menggelar patroli udara di Asia-Pasifik.
“Satuan tugas udara yang terdiri dari pembom strategis pembawa rudal Tu-95MS dari Pasukan Udara Rusia dan pembom strategis Hong-6K dari Tentara Pembebasan Rakyat China melakukan patroli udara di atas perairan Laut Jepang dan Laut China Timur," kata Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Rabu.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah patroli udara, pesawat Rusia mendarat di lapangan terbang di Republik Rakyat China dan pesawat China mendarat di lapangan terbang di wilayah Federasi Rusia,” Kementerian Pertahanan Rusia menambahkan.
Baca: Pembom Strategis Rusia-China Gelar Patroli Udara di Asia-Pasifik
Hubungan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Sekretaris Jenderal China Xi Jinping didramatisasi terutama melalui pertemuan kedua pemimpin di Olimpiade Beijing hanya beberapa minggu sebelum Putin meluncurkan kampanyenya untuk menggulingkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Xi Jinping dan Putin kemudian menyerukan transformasi arsitektur pemerintahan global serta tatanan dunia, dan pejabat China telah memberikan dukungan retorika kepada Putin selama setahun terakhir, sementara AS dengan pejabat Barat lainnya telah bekerja untuk mencegah China mengirim persenjataan ke Rusia.
“Satuan tugas udara yang terdiri dari pembom strategis pembawa rudal Tu-95MS dari Pasukan Udara Rusia dan pembom strategis Hong-6K dari Tentara Pembebasan Rakyat China melakukan patroli udara di atas perairan Laut Jepang dan Laut China Timur," kata Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Rabu.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah patroli udara, pesawat Rusia mendarat di lapangan terbang di Republik Rakyat China dan pesawat China mendarat di lapangan terbang di wilayah Federasi Rusia,” Kementerian Pertahanan Rusia menambahkan.
Baca: Pembom Strategis Rusia-China Gelar Patroli Udara di Asia-Pasifik
Hubungan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Sekretaris Jenderal China Xi Jinping didramatisasi terutama melalui pertemuan kedua pemimpin di Olimpiade Beijing hanya beberapa minggu sebelum Putin meluncurkan kampanyenya untuk menggulingkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Xi Jinping dan Putin kemudian menyerukan transformasi arsitektur pemerintahan global serta tatanan dunia, dan pejabat China telah memberikan dukungan retorika kepada Putin selama setahun terakhir, sementara AS dengan pejabat Barat lainnya telah bekerja untuk mencegah China mengirim persenjataan ke Rusia.
(ian)
Lihat Juga :