Menhan Jepang: Serangan Pre-Emptive ke Basis Rudal Musuh Konstitusional

Kamis, 09 Juli 2020 - 16:26 WIB
loading...
Menhan Jepang: Serangan...
Menteri Pertahanan Jepang Taro Kono. Foto/REUTERS
A A A
TOKYO - Tokyo menyatakan serangan pre-emptive terhadap landasan peluncuran atau pangkalan musuh yang digunakan untuk serangan rudal terhadap Jepang tidak akan melanggar konstitusi pasifis. Pernyataan ini disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Taro Kono di depan Komite Keamanan Parlemen setempat hari Rabu.

Kono membuat pernyataan itu sebagai respons untuk oposisi, anggota parlemen dari Partai Demokrat Konstitusi (CDP) Jepang; Go Shinohara.

Politisi oposisi itu mengajukan pertanyaan; "Satu-satunya waktu ketika serangan (Jepang) terhadap basis musuh diperbolehkan adalah ketika (peluncuran) rudal musuh sedang dalam fase pendorong. Menyerang landasan peluncuran atau pangkalan akan melanggar konstitusi, bukan?"

Kono menjawab bahwa jika tidak ada metode lain yang tersedia untuk bertahan melawan serangan rudal musuh, maka pemerintah percaya bahwa serangan pre-emptive terhadap pangkalan rudal musuh akan jatuh dalam lingkup tindakan ketat yang hanya diizinkan berdasarkan konstitusi. (Baca: Mirip di Saudi, Perisai Rudal AS di Jepang Gagal Deteksi Misil Korut )

"Kami akan membuat keputusan konkret, kasus per kasus tentang penggunaan angkatan bersenjata berdasarkan situasi internasional, niat yang disampaikan oleh pihak lawan, dan cara serangan," kata Kono.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
Jetour T1 Hadir Dua...
Jetour T1 Hadir Dua Rasa, Mana yang Lebih Layak Dibeli: ICE Rp388 Juta atau PHEV Rp538 Juta?
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Berita Terkini
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved