Cari Gara-gara, NATO Coba Terbangkan Drone Militer ke Rusia

Senin, 28 November 2022 - 11:32 WIB
loading...
Cari Gara-gara, NATO Coba Terbangkan Drone Militer ke Rusia
NATO dituduh mencoba berulang kali menerbangkan drone militer ke wilayah Rusia. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - NATO telah berulang kali mencoba menerbangkan dronemiliter melintasi perbatasan wilayah Pskov, Rusia . Aksi provokatif itu diungkap gubernur wilayah setempat, Mikhail Vedernikov.

Vedernikov, seperti dikutip dari kantor berita TASS, Senin (28/11/2022), mengatakan upaya penerbangan drone itu telah dimulai sebelum perang di Ukraina pecah dan berlanjut hingga beberapa hari terakhir ini.

“Kami tidak pernah memberikan liputan luas untuk ini, tetapi ada upaya kendaraan udara tak berawak militer dan pesawat lain untuk melintasi perbatasan secara ilegal,” kata Vedernikov.

"Semua 'interaksi damai' seperti itu 'berkembang' bahkan sebelum dimulainya operasi militer khusus," ujarnya. "Jelas semua itu semakin diperparah saat ini."

Baca juga: Sekjen NATO: Eropa Hadapi Banyak Kesulitan karena Dukung Ukraina

Wilayah Pskov terletak di sepanjang perbatasan Rusia dengan Estonia, Latvia, dan Belarusia. Estonia dan Latvia sama-sama anggota NATO.

Gubernur itu tidak merinci negara NATO yang mencoba menerbangkan drone-drone militer tersebut.

Klaim Vedernikov muncul hanya beberapa hari setelah Rusia mengeklaim bahwa pasukan Ukraina telah menargetkan Sevastopol di Semenanjung Crimea dengan dua serangan drone.

Pihak NATO belum berkomentar atas klaim pejabat Rusia tersebut.

Pada akhir Oktober, dua helikopter serang Ka-52 Rusia hancur dalam ledakan di pangkalan udara Ostrov di Wilayah Pskov, menurut Kepala Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina.

Ledakan itu diduga disebabkan oleh sabotase yang menempatkan bahan peledak di dekat helikopter.

Pangkalan udara Ostrov terletak lebih dari 30 kilometer di dalam perbatasan Rusia.

Rusia telah menggunakan drone, termasuk drone kamikaze Iran, secara ekstensif dalam invasinya ke Ukraina.
(min)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2182 seconds (10.55#12.26)