Bohong soal Lokasi Kapal, Kapten Kapal Perang AS Dipecat

Selasa, 14 April 2020 - 09:07 WIB
loading...
A A A
"Ada selembar kertas di mana waktu dan kecepatan dihitung," kata seorang pelaut yang menyatakan bahwa dia menolak untuk berpartisipasi dalam kebohongan tersebut. "Itu, menurut pendapat saya, dirancang agar terlihat seperti kita melanjutkan jejak kita...ketika kita tidak melakukannya," ujar pelaut yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dikutip Sputniknews, Selasa (14/4/2020).

Namun, ketika diwawancarai oleh penyelidik, Bowen mengklaim dia tidak ingat memerintahkan kru untuk mematikan pelacak elektronik atau melaporkan koordinat palsu. Pada saat yang sama, dia mengakui memberi tahu petugas jembatan untuk tidak berkomunikasi dengan Armada ke-3 bahwa mereka sudah mati atau tidak aktif di air.

"Saya tidak mengerti manfaat dari tidak memberi tahu mereka posisi kami," kata Bowen kepada investigator, menurut transkrip investigasi. “Oke, kami tidak memberi tahu mereka bahwa kami akan (mati di air) untuk melakukan (kalibrasi nada). Baiklah tidak apa-apa. Tetapi mengapa kita perlu memalsukan posisi kita? Itu tidak masuk akal bagi saya."

Sebelum dipecat, John Bowen adalah komandan kapal perusak kelas Arleigh Burke USS Decatur (DDG 73) yang memantau operasi selama latihan Neon Union 19. Neon Union 19 adalah latihan operasi keamanan laut dan udara bilateral untuk memperkuat kemampuan perang yang kritis dan meningkatkan kesiapan interoperabilitas dan operasional antara Angkatan Laut Amerika Serikat dan Angkatan Laut dan Angkatan Udara Kerajaan Bahrain.

"Saya tidak melihat alasan untuk memberi tahu Armada Ketiga bahwa kita, maksud saya, selama kita tidak melakukan sesuatu yang gila," imbuh Bowen selama penyelidikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Beasiswa LPDP Tahap...
Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Dibuka Hari Ini, Intip Perubahan Kebijakannya
Berita Terkini
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved