Warga Amerika Percaya Rusia Bayar Taliban untuk Bunuh Tentara AS

Rabu, 08 Juli 2020 - 21:33 WIB
loading...
A A A
Secara keseluruhan, 60% orang Amerika mengatakan mereka menemukan laporan pemberian hadiah Rusia untuk tentara Amerika "sangat" atau "agak" dapat dipercaya, sementara 21% mengatakan mereka tidak kredibel dan sisanya tidak yakin.

Tiga puluh sembilan persen mengatakan mereka berpikir Trump "tidak tahu" tentang penargetan militer AS di Rusia sebelum laporan muncul di media berita bulan lalu, sementara 26% mengatakan presiden "tidak tahu,"

Sementara itu 81% warga Amerika mengatakan mereka memandang Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai ancaman bagi Amerika Serikat, termasuk 24% yang melihatnya sebagai "ancaman yang akan segera terjadi." Hanya 35% mengatakan mereka menyetujui penanganan Trump terhadap Rusia, dibandingkan dengan 52% yang tidak setuju.

Sebanyak 54% mengatakan AS harus menghukum Rusia dengan sanksi ekonomi, sementara 9% mendukung serangan terhadap militernya, 9% lainnya ingin melanjutkan dan mencoba meningkatkan hubungan dengan Rusia, dan 29% mengatakan mereka tidak yakin seperti dikutip dari Reuters, Rabu (8/7/2020).

Tuduhan Rusia tampaknya telah menjadi rintangan lain bagi kampanye Trump untuk terpilih kembali. Trump sebelumnya telah dihantam oleh ketidakpuasan warga Amerika terkait responnya terhadap pandemi virus corona yang telah menewaskan lebih dari 133.000 orang dan menyeret perekonomian ke dalam resesi.

Joe Biden, calon presiden dari Partai Demokrat yang diperkirakan akan menghadapi Trump dalam pemilihan presiden pada 3 November mendatang, telah memimpin atas Presiden Partai Republik itu dengan 6 poin persentase di antara pemilih terdaftar. Keunggulan Biden, yang unggul sebesar 13 poin di bulan Juni, telah menyempit selama beberapa minggu terakhir karena jumlah pemilih yang belum memutuskan dan jumlah yang mendukung kandidat pihak ketiga sedikit meningkat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Trump Peringatkan China-Rusia...
Trump Peringatkan China-Rusia Tak Kirim Senjata ke Iran: Mereka Akan Bernasib Buruk!
Rekomendasi
Lewat Turnamen Catur,...
Lewat Turnamen Catur, Perindo Rangkul Potensi dan Minat Warga di Kabupaten Tegal
Satgas Ketenagakerjaan...
Satgas Ketenagakerjaan Polri Tangani 97 Kasus, Pakar: Komitmen Kapolri Lindungi Buruh
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
Berita Terkini
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved