Menlu Rusia: Konflik di Ukraina adalah Perang Hibrida

Selasa, 15 November 2022 - 20:21 WIB
loading...
Menlu Rusia: Konflik...
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menghadiri KTT para pemimpin G20 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, 15 November 2022. Foto/REUTERS
A A A
BALI - Konflik di Ukraina adalah perang hibrida, di mana Rusia pada dasarnya menghadapi negara-negara Barat, yang memicu krisis sejak awal.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov mengungkapkan hal itu pada Selasa (15/11/2022) di sela-sela KTT para pemimpin G20 di Bali, Indonesia.

Menteri yang memimpin delegasi Rusia itu mengatakan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya mendorong untuk memasukkan masalah Ukraina dalam deklarasi akhir, yang akan ditandatangani para peserta pada Rabu (16/11/2022).

"Mereka ingin menambahkan kata-kata yang akan mengutuk tindakan Rusia atas nama seluruh klub G20, termasuk Rusia sendiri," ujar Lavrov.

Baca juga: Viral! Pria China Lari Maraton Sambil Terus Merokok Sepanjang 42 Km

Menurut dia, delegasi Moskow percaya masalah tersebut tidak relevan dengan agenda pertemuan, tetapi menyarankan agar mencerminkan perbedaan pendapat tentang hal itu.

“Tentu, ada perang yang sedang berlangsung di Ukraina. Satu perang hibrida yang dilancarkan oleh Barat dan dipersiapkan selama bertahun-tahun, dimulai dengan mendukung kudeta bersenjata (pada 2014 di Ukraina) dan pemberdayaan kekuatan rasis serta neo-Nazi secara terbuka di sana,” tegas dia.

Baca juga: Hadir Virtual di G20 Bali, Zelensky Ajukan 10 Tuntutan Ukraina

Dia menjelaskan, peluncuran misi Uni Eropa (UE) pekan ini, yang bertujuan melatih 15.000 tentara Ukraina selama dua tahun, adalah contoh terbaru bagaimana negara-negara Barat mengambil bagian dalam "perang hibrida".

“Mempersenjatai dan mendanai pasukan Ukraina, pasokan intelijen dan bantuan dalam memilih target untuk aksi militer, yang dilakukan negara-negara Barat, menjadikan mereka peserta,” papar dia.

Lavrov mencatat negara-negara Barat mirip dengan Uni Soviet dalam cara mereka memperjuangkan masalah Ukraina di forum yang tidak terkait.

“Selama pertemuan Partai Komunis di beberapa pabrik Soviet, yang seharusnya membahas beberapa masalah manufaktur, dianggap benar untuk memulai diskusi dengan kecaman wajib terhadap imperialisme Amerika. Negara-negara Barat telah menggunakan pendekatan serupa di G20,” papar dia.

Menurut dia, dengan mengulangi mantra tentang "agresi tak beralasan" Rusia melawan Ukraina, negara-negara Barat meyakinkan negara-negara nonblok bahwa konflik sebenarnya diprovokasi oleh mereka dan bukan tindakan agresi oleh Rusia, tetapi tanggapan yang sah terhadap ancaman yang dibuat oleh Barat.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
Berita Terkini
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved