Ukraina Rayakan Kekalahan Perang Rusia di Kherson

Sabtu, 12 November 2022 - 08:08 WIB
loading...
Ukraina Rayakan Kekalahan...
Rakyat Ukraina merayakan kekalahan perang Rusia di Kherson. Foto/REUTERS
A A A
KHERSON - Rusia menarik mundur seluruh tentaranya dari Kherson, menjadi kekalahan perang yang memalukan bagi Presiden Vladimir Putin. Tentara dan rakyat Ukraina merayakan momen tersebut dengan gembira.

Kementerian Pertahanan Rusia pada Jumat mengumumkan bahwa seluruh tentara Moskow sudah ditarik dari Kherson, wilayah di Ukraina selatan yang sebelumnya dicaplok Kremlin.

Beberapa video perayaan menunjukkan penduduk Kherson tumpah ruah di jalan-jalan, mengibarkan bendera nasional Ukraina dan bernyanyi ketika pasukan Kiev tiba.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Kherson adalah "kota kami".



Kherson adalah satu-satunya ibu kota regional yang diambil oleh Rusia setelah invasi Februari. Mundurnya pasukan Moskow telah dipandang sebagai salah satu kemunduran terbesarnya dalam perang.

Moskow mengatakan 30.000 personel telah dibawa keluar dari daerah itu, begitu juga dengan sekitar 5.000 perangkat keras militer, persenjataan, dan aset lainnya.

Update malam dari pihak Ukraina mengatakan pasukannya telah maju hingga ke tepi barat sungai Dnipro.

Foto-foto yang beredar pada Jumat menunjukkan bahwa penyeberangan sungai utama—Jembatan Antonivsky—sebagian runtuh. Masih belum jelas bagaimana kerusakan itu terjadi.

Pasukan Rusia yang menduduki Kherson diperkirakan akan mengambil posisi baru di sisi timur sungai.

Seorang warga Kherson menggambarkan emosinya yang "luar biasa" ketika orang-orang muncul bernyanyi dan menari di jalanan.

Alexei Sandakov, warga setempat, mengatakan kepada BBC, yang dilansir Sabtu (12/11/2022) bahwa Kherson sekarang bebas. "Ini berbeda. Semua orang menangis sejak pagi ini," katanya.

"Semua orang ingin merangkul tentara Ukraina yang tiba," ujarnya.

Perubahan kontrol kota itu menyusul serangan balasan Ukraina yang cepat dalam beberapa bulan terakhir, di mana Kiev mengatakan telah merebut kembali 41 pemukiman di dekat Kherson.

Dalam pidato malamnya, Presiden Zelensky mengatakan orang-orang Kherson menunggu dan tidak pernah putus asa pada pasukan Ukraina.

Dia menambahkan bahwa penduduk telah bekerja untuk menghilangkan "jejak tinggal penjajah" dari jalan-jalan, termasuk simbol-simbol Rusia.

Sementara itu, juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov, membantah bahwa mundurnya pasukan Moskow mewakili kekalahan perang yang memalukan.

Selama berminggu-minggu, Kremlin telah menganggap Kherson dan wilayahnya sebagai wilayahnya sendiri, setelah menjalankan apa yang disebut "referendum" di empat provinsi yang diduduki di timur dan selatan Ukraina.

Suara-suara ini secara luas didiskreditkan oleh komunitas internasional, dan Ukraina terus berupaya untuk mengambil kembali wilayah-wilayah yang terkena dampak.

Penarikan pasukan Rusia dari Kherson diumumkan pada hari Rabu oleh komandan perangnya di Ukraina, yang mengatakan tidak mungkin lagi memasok untuk kota itu.

Meskipun ada sedikit bukti mundurnya Rusia pada hari Kamis, Ukraina mengeklaim kemajuan hingga 7 km dengan dua sumbu saat pasukannya maju.

Namun, perubahan datang dengan cepat pada hari Jumat. Laporan awal bahwa Rusia telah meninggalkan Kherson datang dari penduduk setempat.

Kerumunan warga sipil yang mengibarkan bendera kemudian difilmkan di Lapangan Kebebasan, menyapa tentara Kiev dan meneriakkan: "Kemuliaan bagi Angkatan Bersenjata Ukraina!"

Pada Jumat sore, Alexei Sandakov tampaknya masih beradaptasi dengan situasi baru di lapangan, berkomentar: "Tidak ada yang akan tidur malam ini."

Pasukan Ukraina melangkah dengan hati-hati di tengah kekhawatiran bahwa itu akan menjadi jebakan Rusia. Demikian disampaikan Yuriy Sak, penasihat menteri pertahanan Ukraina.

Sak mengatakan kepada BBC bahwa beberapa tentara musuh diyakini berlama-lama di kota, telah menanggalkan seragam mereka dan berusaha menyamar sebagai warga sipil. Dia mendesak mereka untuk menyerah.

Dia memuji perebutan kembali Kherson sebagai kemenangan besar yang sebanding dengan upaya sukses timnya sebelumnya dalam perang untuk mengusir pasukan Rusia dari pusat kota lainnya—yaitu Kiev, Chernihiv dan Kharkiv.

Namun dia mengatakan dia tetap "hati-hati", mengutip kemungkinan pembalasan Rusia, dan mengacu pada serangan rudal di Mykolaiv pada hari sebelumnya, yang diduga menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Sak bersumpah untuk merebut kembali wilayah lebih jauh dari Rusia, termasuk tanah yang telah diduduki oleh negara tetangga sejak 2014.

Di Rusia, keluarnya pasukan Moskow dari Kherson telah diremehkan oleh para pejabat dan diklaim sebagai taktik mengulur waktu untuk "penempatan kembali".

Presiden Rusia Vladimir Putin absen dari pengumuman pada hari Rabu tentang mundurnya tentara Rusia dari Kherson. Belum jelas mengapa Putin tidak muncul.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
Antisipasi Eskalasi...
Antisipasi Eskalasi dengan NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
2 Negara Anggota NATO...
2 Negara Anggota NATO Akan Kerahkan Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
3 Anggota NATO Sangat...
3 Anggota NATO Sangat Takut jika Ukraina dan Rusia Sepakati Gencatan Senjata
Peran Tersembunyi AS...
Peran Tersembunyi AS dalam Perang Ukraina Terbongkar! Berikut 4 Faktanya
Ditinggal AS dan Eropa,...
Ditinggal AS dan Eropa, Presiden Ukraina Memiliki Misi Rahasia ke China dan Brasil
Mengapa Ukraina dan...
Mengapa Ukraina dan AS Kalah 5-0 dalam Perundingan dengan Rusia?
Israel Perluas Operasi...
Israel Perluas Operasi Militer di Gaza, Usir Paksa Warga Palestina
Daftar Lengkap Negara...
Daftar Lengkap Negara Dikenakan Tarif Masuk oleh Trump, Paling Tinggi Kamboja 49 Persen
Rekomendasi
5 Anak Sempat Hilang...
5 Anak Sempat Hilang di Taman Margasatwa Ragunan Hari Ini saat Libur Lebaran
Bakamla Evakuasi 12...
Bakamla Evakuasi 12 Kru ABK Kapal Terbakar di Perairan Banten
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Impor 32% untuk Barang RI, Pengusaha Cemas
Berita Terkini
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
6 menit yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
52 menit yang lalu
Batu Ini Jadi Pengganjal...
Batu Ini Jadi Pengganjal Pintu selama Puluhan Tahun, Ternyata Nilainya Rp18 Miliar
1 jam yang lalu
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia, Hanya Ada Anjing Laut dan Penguin
3 jam yang lalu
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
3 jam yang lalu
Otoritas Palestina Kecam...
Otoritas Palestina Kecam Rencana Israel Makin Pecah Belah Wilayah Gaza
4 jam yang lalu
Infografis
4 Amalan Idulfitri yang...
4 Amalan Idulfitri yang Setara Pahala Perang Badar
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved