Detasemen AD Putin: Mundurnya Tentara Rusia dari Kherson Adalah Pengkhianatan

Sabtu, 12 November 2022 - 07:00 WIB
loading...
Detasemen AD Putin:...
Rakyat Ukraina kibarkan bendera dan rayakan mundurnya tentara Rusia dari wilayah Kherson. Foto/Twitter via Daily Beast
A A A
MOSKOW - Detasemen tempur sayap kanan dari Angkatan Darat (AD) tentara Presiden Vladimir Putin menggambarkan mundurnya pasukan Moskow dari Kherson, Ukraina , sebagai pengkhianatan terhadap rakyat Rusia .

Sabotage Assault Reconnaissance Group (DShRG) atau Rusich membuat komentar di saluran media sosial Telegram setelah pengumuman Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu bahwa pasukan Moskow akan mundur dari tepi barat Sungai Dnieper atau Dnipro.

Komandan perang Rusia Jenderal Sergey Surovikin mengatakan bahwa langkah itu akan menyelamatkan nyawa dan kemampuan tempur pasukannya.

Namun keputusan itu tidak diindahkan oleh Rusich, kelompok sayap kanan AD Rusia yang juga ambil bagian dalam perang di Donbas dari Juni 2014 hingga Juli 2015.

Baca juga: Pasukan Rusia Mundur, Bendera Ukraina Berkibar di Kherson

Detasemen ini didirikan oleh Alexey Milchakov, yang digambarkan media Barat sebagai neo-Nazi. Kelompoknya dianggap memiliki hubungan dekat dengan kelompok tentara bayaran Wagner, yang pendirinya; Evgeny Prigozhin, memainkan peran kunci dalam perang di Ukraina.

"Kota itu tidak dihancurkan bahkan sebelum penyerahan (semuanya seharusnya diledakkan)," bunyi pesan Rusich, yang menyindir para tentara yang mundur sebagai badut yang belum belajar bagaimana bertarung secara normal dalam delapan bulan.

"Bagi kami, ini adalah pengkhianatan lain dari orang-orang Rusia, yang semakin tidak percaya bahwa 'Rusia ada di sini selamanya'," lanjut Rusich. "Apa isyarat niat baik berikutnya? Berdyansk atau Melitopol?"

Pada 19 Oktober, kelompok tersebut telah meramalkan di Telegram bahwa Kherson akan menyerah.

“Bentrokan garis keras vs Kementerian Pertahanan akan meningkat di Kherson,” bunyi tweet Samuel Ramani, seorang analis militer dan associate fellow dari Royal United Services Institute, mengacu pada posting Rusich.

Kementerian Pertahanan Rusia belum berkomentar atas pernyataan keras dari kelompok tersebut.

Pernyataan Rusich muncul ketika televisi pemerintah Rusia mencoba memahami kemunduran lain yang memalukan bagi Vladimir Putin, mengingat kota Ukraina selatan telah direbut di awal perang.

Tanpa mengkritik Putin atau komandannya secara langsung, propagandis Kremlin Vladimir Solovyov menyebutnya sebagai "keputusan yang sangat sulit" pada program malamnya saat dia menyebutkan kerugian militer Rusia lainnya dalam sejarahnya.

"Secara politis, fakta bahwa ini adalah pernyataan yang disiarkan kepada orang-orang di Rusia sangat besar," kata mantan perwira intelijen Inggris Philip Ingram kepada Newsweek, Sabtu (12/11/2022).

"Kherson adalah kota pertama yang direbut oleh Rusia pada bulan Februari dan merupakan pintu gerbang ke banyak daerah."

"Namun, kemungkinan karena Putin tidak hadir untuk pengumuman itu, dia menetapkan kondisi untuk menyalahkan militer atas kegagalan tersebut sambil berharap dia dapat mengeluarkan beberapa bentuk keajaiban militer," imbuh dia.

Pejabat Ukraina, termasuk Presiden Volodymyr Zelensky, menyambut penarikan tentara Rusia dari Kherson dengan hati-hati, dengan mengatakan dalam pidato malamnya pada hari Rabu, "Emosi kita harus ditahan. Musuh tidak memberi kita hadiah."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Nafkah Setelah Cerai...
Nafkah Setelah Cerai dalam Islam: Hak Mantan Istri dan Anak yang Wajib Dipenuhi
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Berita Terkini
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved