Kuliah Online, Mahasiswa Asing di AS Terancam Dideportasi

Selasa, 07 Juli 2020 - 22:47 WIB
loading...
Kuliah Online, Mahasiswa...
Mahasiswa asing di AS terancam dideportasi setelah universitas di sana beralih ke kelas online. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Mahasiswa internasional yang mengejar gelar di Amerika Serikat (AS) harus meninggalkan negara itu atau menghadapi risiko dideportasi jika pihak universitas beralih ke kelas online. Demikian pengumuman yang dikeluarkan pihak Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) AS.

Universitas-universitas di AS mulai membuat keputusan untuk beralih ke kuliah online sebagai dampak dari pandemi virus Corona.(Baca: Kampus Wajib Terapkan Kuliah Online Selama Pandemi Corona )

"Departemen Luar Negeri AS tidak akan mengeluarkan visa untuk mahasiswa yang terdaftar di sekolah dan/atau program yang sepenuhnya online untuk semester musim gugur dan Pabean AS dan Perlindungan Perbatasan tidak akan mengizinkan mahasiswa ini untuk memasuki AS," bunyi rilis yang dikeluarkan ICE seperti dikutip dari CNN, Selasa (7/7/2020).

ICE menambahkan bahwa siswa yang mengantongi visa tertentu mungkin bisa tidak mengambil beban kuliah online secara penuh dan tetap di Amerika Serikat.

Badan itu menyarankan agar mahasiswa yang saat ini terdaftar di AS untuk mempertimbangkan langkah-langkah lain, seperti pindah ke kampus lain yang melakukan interaksi langsung. Ada pengecualian untuk universitas yang menggunakan model hybrid, seperti campuran kelas online dan interaksi di kelas.(Baca: Kisah Mahasiswa di Pelosok Maros: Naik Gunung demi Sinyal untuk Kuliah Online )

Langkah ini dapat mempengaruhi ribuan siswa asing yang datang ke AS untuk hadir di universitas atau berpartisipasi dalam program pelatihan, serta studi non akademik atau kejuruan.

Pemerintahan Trump telah membuat serangkaian perubahan pada sistem imigrasi AS, dengan mengutip pandemi virus Corona yang telah mengakibatkan pembatasan petak imigran untuk datang ke negara itu.

Bulan lalu, Gedung Putih mengeluarkan pengumuman imigrasi yang secara dramatis membatasi imigrasi legal ke AS mengirim ratusan orang dan dunia usaha ke dalam perselisihan terkait rencana masa depan mereka.

Dalam pengumuman tersebut, pemerintah berpendapat bahwa "keadaan luar biasa" yang ditimbulkan oleh virus Corona memaksa penangguhan vias berbasis pekerjaan. Tetapi advokat imigran, industri dan para ahli mengatakan pemerintah mengambil keuntungan dari pandemi untuk melakukan perubahan imigrasi dan memajukan agendanya untuk memangkas imigrasi ilegal.

Pengumuman ini, seperti perubahan yang mendahuluinya, juga dapat mengakibatkan banyak siswa asing yang telah membayar uang sekolah untuk harus kembali ke negara asal mereka.

Menurut Lembaga Kebijakan Migrasi, sebuah lembaga think tank yang berbasis di Washington, sekitar 1,2 juta siswa yang termasuk dalam visa yang terkena dampak terdaftar dan tercatat di lebih dari 8.700 sekolah di seluruh negeri pada Maret 2018.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Prajurit Angkatan Laut...
Prajurit Angkatan Laut AS Tewas Ditembak Temannya di Kapal Induk USS John F Kennedy
Rekomendasi
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Hari Ini, Timnas Indonesia...
Hari Ini, Timnas Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final di Piala AFF U-19 2026
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Berita Terkini
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved