Kiev Siap Evakuasi 3 Juta Orang Jika Situasi Semakin Memburuk

Senin, 07 November 2022 - 14:16 WIB
loading...
Kiev Siap Evakuasi 3...
Pemerintah di Ibu Kota Ukraina, Kiev, siap evakuasi 3 juta orang jika situasi membutuk dengan terancamnya pasokan listrik akibat serangan Rusia. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Pihak berwenang di Ibu Kota Ukraina , Kiev, sedang mengerjakan rencana darurat yang mengantisipasi evakuasi sekitar 3 juta penduduk yang tersisa. Rencana akan dijalankan jika pasokan listrik benar-benar terputus, yang menyebabkan situasi semakin memburuk.

Rencana evakuasi besar-besaran itu diungkap The New York Times, Minggu (6/11/2022), dengan mengutip Roman Tkachuk, direktur keamanan untuk pemerintah kota Kiev.

Tkachuk telah memperingatkan bahwa ibu kota mungkin kehilangan seluruh sistem kelistrikan, jika Rusia terus menyerang infrastruktur energi Ukraina.

Menurut laporan itu, pihak berwenang Kiev memperkirakan bahwa, jika yang lebih buruk menjadi yang terburuk, mereka akan memiliki pemberitahuan setidaknya 12 jam sebelum jaringan listrik benar-benar runtuh.

Baca juga: Menlu Amerika Sebut Putin Coba Bekukan Ukraina Jika Gagal Merebutnya

Tkachuk menjelaskan bahwa jika ada tanda-tanda kegagalan yang akan segera terjadi, “kami akan mulai memberi tahu orang-orang dan meminta mereka untuk pergi.”

Dia memperingatkan bahwa jika Ibu Kota Ukraina mengalami pemadaman total, tidak akan ada pasokan air, dan sistem pembuangan limbah juga akan terhenti.

Namun, dia buru-buru memastikan bahwa situasi saat ini terkendali, dan tidak ada eksodus penduduk kota.

Dengan mendekatnya musim dingin, pihak berwenang Kiev sedang mempersiapkan sekitar 1.000 tempat penampungan pemanas yang dapat berfungsi ganda sebagai bunker selama serangan Rusia.

Dalam upaya untuk mencegah kegagalan yang tak terkendali, utilitas energi nasional Ukraina telah memberlakukan pemadaman bergilir di beberapa wilayah, termasuk ibu kota, selama beberapa minggu terakhir.

Dalam pernyataannya pada hari Sabtu, Ukrenergo—perusahaan energi Ukraina—menjelaskan bahwa tindakan tersebut diperlukan untuk memastikan keseimbangan berkelanjutan dari sistem energi dan menghindari kecelakaan berulang yang memengaruhi jaringan listrik nasional.

Pada awal Oktober, Moskow meluncurkan rudal jarak jauh besar-besaran dan serangan drone kamikaze ke fasilitas militer, energi, dan komunikasi Ukraina. Itu mengikuti apa yang disebut oleh Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai serangkaian “serangan teroris” yang didalangi oleh Kiev di tanah Rusia, termasuk serangan bom truk yang merusak Jembatan Crimea.

Taktik seperti itu, kata Putin, merupakan ancaman bagi Rusia dan tidak bisa dibiarkan tanpa tanggapan.

Menurut pihak berwenang Ukraina, sebanyak 40% dari infrastruktur energi negara itu telah rusak atau hancur sebagai akibatnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Roy Suryo Geleng-geleng Kepala Dengar Jawaban Polda Metro Jaya
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Sundulan Issa Diop Paksa...
Sundulan Issa Diop Paksa Laga Belanda vs Maroko Lanjut ke Extra Time
Berita Terkini
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Infografis
Januari 2025, Tercatat...
Januari 2025, Tercatat 146,5 Juta Orang Indonesia Memakai Pinjol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved