Jenderal-jenderal Rusia Telah Bahas Kapan Gunakan Bom Nuklir di Ukraina
Kamis, 03 November 2022 - 06:59 WIB
loading...
Laporan New York Times sebut para jenderal Rusia telah membahas kapan dan dalam situasi apa Moskow akan menggunakan bom nuklir di Ukraina. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Para jenderal militer Rusia telah membahas kapan dan dalam situasi apa Moskow akan menggunakan bom nuklir taktis di Ukraina .
Itu diungkap New York Times dalam laporannya hari Rabu (2/11/2022), mengutip para pejabat senior Amerika yang mendapat data intelijen.
Laporan itu telah menimbulkan kekhawatiran di pemerintahan Joe Biden.
Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan bersedia menggunakan senjata nuklir taktis, yang dirancang untuk digunakan di medan perang, untuk mempertahankan wilayah Rusia.
Baca juga: Apa Itu Bom Nuklir Gravitasi? Senjata AS untuk NATO yang Dicemaskan Rusia
Dia menganggap empat wilayah Ukraina yang dianeksasi melalui referendum yang dikecam secara internasional sebagai bagian dari wilayah Rusia.
Laporan New York Times menyebutkan bahwa percakapan para jenderal Rusia tersebut menunjukkan rasa frustrasi mereka dengan kurangnya keberhasilan Rusia di medan perang Ukraina dan menunjukkan bahwa Putin mungkin tidak hanya membuat ancaman.
Itu diungkap New York Times dalam laporannya hari Rabu (2/11/2022), mengutip para pejabat senior Amerika yang mendapat data intelijen.
Laporan itu telah menimbulkan kekhawatiran di pemerintahan Joe Biden.
Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan bersedia menggunakan senjata nuklir taktis, yang dirancang untuk digunakan di medan perang, untuk mempertahankan wilayah Rusia.
Baca juga: Apa Itu Bom Nuklir Gravitasi? Senjata AS untuk NATO yang Dicemaskan Rusia
Dia menganggap empat wilayah Ukraina yang dianeksasi melalui referendum yang dikecam secara internasional sebagai bagian dari wilayah Rusia.
Laporan New York Times menyebutkan bahwa percakapan para jenderal Rusia tersebut menunjukkan rasa frustrasi mereka dengan kurangnya keberhasilan Rusia di medan perang Ukraina dan menunjukkan bahwa Putin mungkin tidak hanya membuat ancaman.
Lihat Juga :