Gabung 2 Kapal Induk, Bomber B-52 AS Manuver di Laut China Selatan
Selasa, 07 Juli 2020 - 11:48 WIB
loading...
A
A
A
Dalam informasi terbarunya, Angkatan Laut Amerika mengatakan jet-jet tempur yang dilesatkan dari kedua kapal induk itu bergabung di angkasa bersama B-52 Stratofortress, sebuah pesawat pembom jarak jauh yang mampu membawa bom nuklir.
Bomber B-52 dari Sayap Bom ke-2 lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Barksdale (BUFF), Louisiana, dan ikut serta dalam latihan di atas Laut China Selatan. (Baca: Dua Kapal Induknya Diancam Rudal Pembunuh China, Ini Respons AS )
"Satuan Tugas Bomber menunjukkan kemampuan AS untuk secara cepat menyebar ke basis operasi dan melaksanakan misi serangan jarak jauh," kata Letnan Kolonel Christopher Duff, komandan Skuadron Bom ke-96, dalam rilis berita Angkatan Udara Amerika, yang dikutip Navy Times Selasa (7/7/2020).
"Serangan semacam ini menunjukkan kemampuan kita untuk menjangkau dari stasiun rumah, terbang ke mana saja di dunia dan menjalankan misi itu, dengan cepat beregenerasi dari basis operasi dan melanjutkan operasi."
"Kru udara BUFF menilai kemampuan komando dan kontrol untuk menginformasikan pengembangan taktik, teknik, dan prosedur komunikasi yang diperdebatkan dan terdegradasi untuk memastikan interoperabilitas bersama yang mulus," imbuh rilis berita Angkatan Udara Amerika.
Bomber B-52 dari Sayap Bom ke-2 lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Barksdale (BUFF), Louisiana, dan ikut serta dalam latihan di atas Laut China Selatan. (Baca: Dua Kapal Induknya Diancam Rudal Pembunuh China, Ini Respons AS )
"Satuan Tugas Bomber menunjukkan kemampuan AS untuk secara cepat menyebar ke basis operasi dan melaksanakan misi serangan jarak jauh," kata Letnan Kolonel Christopher Duff, komandan Skuadron Bom ke-96, dalam rilis berita Angkatan Udara Amerika, yang dikutip Navy Times Selasa (7/7/2020).
"Serangan semacam ini menunjukkan kemampuan kita untuk menjangkau dari stasiun rumah, terbang ke mana saja di dunia dan menjalankan misi itu, dengan cepat beregenerasi dari basis operasi dan melanjutkan operasi."
"Kru udara BUFF menilai kemampuan komando dan kontrol untuk menginformasikan pengembangan taktik, teknik, dan prosedur komunikasi yang diperdebatkan dan terdegradasi untuk memastikan interoperabilitas bersama yang mulus," imbuh rilis berita Angkatan Udara Amerika.
Lihat Juga :