Ukraina Minta AS Tekan Israel agar Kirim Senjata untuk Lawan Rusia

Senin, 31 Oktober 2022 - 07:17 WIB
loading...
Ukraina Minta AS Tekan...
Ukraina minta Amerika Serikat menekan Israel agar mengirim senjata ke Kiev untuk melawan invasi Rusia. Foto/National Interest
A A A
KIEV - Ukraina meminta Amerika Serikat (AS) untuk menekan Israel agar memberikan bantuan senjata kepada Kiev untuk melawan invasi Rusia .

Permintaan itu disampaikan Duta Besar Ukraina untuk Israel Evgeny Korniychuk.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar The Hill, yang diterbitkan pada hari Minggu (30/10/2022), Korniychuk mengtakan bahwa—karena AS adalah satu-satunya negara yang didengar Israel—Washington harus memastikan bahwa sekutu dekatnya itu mematuhi sanksi Barat terhadap Rusia.

Dia mengaku bertemu dengan Duta Besar AS untuk Israel Tom Nides setiap pekan, bercanda menyebut Tom Nides sebagai "senjata rahasia" dalam kampanyenya untuk mendorong Israel keluar dari status netralnya.

Baca juga: Ukraina Kembali Minta Sistem Rudal Iron Dome, Begini Jawaban Israel

“Inilah mengapa kami membahas langkah-langkah dukungan yang berbeda, dan sekali lagi, kami perlu mengubah tren utama ini yang membuat posisi Israel berbeda dari dunia demokrasi lainnya, dan memiliki lebih banyak kerja sama teknis militer,” katanya.

Diplomat Ukraina itu mengakui bahwa ada beberapa perkembangan positif dalam hubungan dengan Israel, yang baru-baru ini menawarkan negaranya sistem peringatan rudal.

"Namun, Ukraina mengharapkan lebih banyak dari Israel, tentu saja," katanya.

Dia menyatakan harapan bahwa dugaan kolaborasi militer antara Rusia dan Iran di Ukraina—sesuatu yang telah disangkal oleh kedua negara—akan membuat Israel mengubah pendiriannya tentang pasokan senjata.

Pernyataan Korniychuk muncul kurang dari seminggu setelah Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz, mengutip “keterbatasan operasional", menjelaskan kepada Menteri Pertahanan Ukraina Alexey Reznikov bahwa Israel tidak akan menyediakan sistem senjata ke Ukraina.

"Namun, Israel siap untuk terus memasok Kiev dengan bantuan kemanusiaan dan peralatan pertahanan yang menyelamatkan jiwa," kata Gantz.

Rusia, sementara itu, telah secara konsisten memperingatkan Barat agar tidak "memompa" Ukraina dengan senjata, menjelaskan bahwa itu hanya akan memperpanjang konflik dan menyebabkan korban yang tidak perlu.

Korniychuk mengungkapkan bahwa masalah terpenting kedua baginya, setelah mendapatkan bantuan militer dari Israel, adalah memastikan bahwa Israel memberlakukan pembatasan anti-Rusia.

Sementara Tel Aviv tidak memiliki undang-undang sanksinya sendiri, pemerintahnya mengatakan negara itu melakukan segala yang dapat dilakukannya untuk menjadi bagian dari upaya sanksi internasional.

“Masalah sanksi juga penting dan Amerika berada dalam posisi yang jauh lebih baik untuk memeriksa apakah Israel mengikuti sanksi tersebut atau tidak,” kata Korniychuk.

Seorang juru bicara Departemen Keuangan AS mengatakan kepada The Hill bahwa mereka bekerja dekat dengan mitranya, termasuk Israel, “untuk memotong jalan” bagi Rusia untuk menghindari sanksi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Helikopter Perusahaan...
Helikopter Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Rekomendasi
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved