AS Peringatkan Rezim Kim Jong-un Tak Akan Bertahan Hidup Jika Gunakan Nuklir

Sabtu, 29 Oktober 2022 - 14:56 WIB
loading...
A A A
"Setiap serangan nuklir oleh Korea Utara terhadap Amerika Serikat atau Sekutu dan mitranya tidak dapat diterima dan akan mengakibatkan berakhirnya rezim itu," lanjut dokumen NPR, seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (29/10/2022).

"Tidak ada skenario di mana rezim Kim dapat menggunakan senjata nuklir dan bertahan hidup."

Bahasa itu adalah yang paling keras dari AS, karena ketegangan antara Washington dan Pyongyang meningkat ke tingkat yang tidak terlihat sejak 2017—tahun ancaman berbahan bakar nuklir antara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump.

Pada awal 2018, kedua pemimpin itu bergabung dengan Presiden Korea Selatan Moon-Jae untuk proses perdamaian bersejarah yang menghasilkan rekor jumlah pertemuan puncak tingkat tinggi, tetapi akhirnya terurai tanpa tercapainya kesepakatan damai yang langgeng.

Sekarang, dengan para pemimpin baru di Washington dan Seoul menyatakan perlunya aliansi militer yang lebih kuat termasuk latihan bersama, Pyongyang meningkatkan kegiatan militernya, menguji platform senjata jarak jauh dan lebih maju yang dirancang untuk membawa senjata nuklir taktis yang lebih kecil.

Beberapa pekan terakhir juga terlihat peningkatan manuver peringatan perbatasan, termasuk pesawat dan kapal Korea Utara yang mendekati perbatasan yang disengketakan antara kedua Korea, termasuk satu insiden awal pekan ini yang mengakibatkan kedua belah pihak saling melepaskan tembakan peringatan.

Bahkan tanpa serangan nuklir, dokumen Pentagon juga memperingatkan bahwa Korea Utara juga dapat melakukan serangan strategis yang cepat di Asia Timur, dan ini juga akan dihalangi melalui persenjataan nuklir AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Wabah Parasit di Michigan...
Wabah Parasit di Michigan Meluas, Lebih dari 3.300 Orang Terinfeksi
Gawat! Iran Beri Sinyal...
Gawat! Iran Beri Sinyal Tutup Bab Al Mandab, Jalur Pasokan Energi Dunia
Rekomendasi
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
UNJ Dorong Pendidikan...
UNJ Dorong Pendidikan Inklusif melalui Penguatan Kapasitas Guru di PKBM Ghaisan Cendekia
Berita Terkini
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Infografis
Iran: 2 Kapal Induk...
Iran: 2 Kapal Induk Nuklir AS Tak akan Berani Menyerang!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved