Donald Trump: AS Miliki Senjata Nuklir Baru yang Tak Diketahui Putin dan Xi Jinping

Kamis, 27 Oktober 2022 - 14:54 WIB
loading...
Donald Trump: AS Miliki...
Mantan presiden Donald Trump klaim AS miliki senjata nuklir baru yang tak diketahui pemimpin Rusia dan China. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim negaranya memiliki senjata nuklir baru yang belum pernah didengar Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping.

Trump mengungkapkan hal itu dalam percakapan dengan jurnalis Washington Post, Bob Woodward, ketika dia masih menjabat sebagai presiden AS.

“Saya telah membangun sistem senjata yang belum pernah dimiliki siapa pun di negara ini sebelumnya,” kata Trump kepada Woodward saat itu.

“Kami memiliki hal-hal yang bahkan belum pernah Anda lihat atau dengar. Kami memiliki hal-hal yang belum pernah didengar Putin dan Xi sebelumnya.”

Baca juga: Mengejutkan, Sekutu Putin Pertanyakan Kemampuan Senjata Nuklir Rusia Melawan NATO

Rekaman percakapan itu ditayangkan di CNN pada hari Selasa, hari di mana Woodward menerbitkan "The Trump Tapes", sebuah buku audio dari 20 wawancara yang dilakukan saat Woodward menulis tiga buku terlaris tentang kepresidenan Trump: "Fear, Rage, dan Peril" (yang terakhir ditulis bersama dengan Robert Costa).

Woodward mengatakan dia melihat klaim Trump dan diberitahu oleh seorang pejabat AS bahwa itu benar.

“Xi [Jinping] dan [Vladimir] Putin tidak akan tahu tentang sistem persenjataan itu," kata Woodward. "Tapi mengapa Trump membicarakan tentang itu?"

Sikap angkuh Trump terhadap masalah nuklir telah membawanya ke "air panas" di tempat lain.

Dokumen yang berhubungan dengan kebijakan senjata nuklir dilaporkan termasuk di antara materi rahasia yang disita FBI dari Mar-a-Lago, rumah Trump di Florida, pada Agustus lalu.

Itu hanya satu front di mana Trump tetap berada dalam bahaya hukum, yang lain termasuk hasutannya terhadap pemberontakan 6 Januari, upayanya untuk membatalkan pemilu 2020, urusan bisnisnya, dan gugatan pencemaran nama baik dari seorang penulis yang mengatakan Trump memerkosanya.

Trump membantah melakukan kesalahan dan mempertahankan keunggulan dalam jajak pendapat mengenai nominasi presiden dari Partai Republik.

Woodward (79), mengangkat namanya setengah abad yang lalu, selama skandal Watergate yang memaksa Richard Nixon turun dari jabatannya.

Nixon mengundurkan diri ketika diancam akan dimakzulkan. Trump dimakzulkan dua kali tetapi dibebaskan oleh Senat Republik.

Di CNN, Woodward berkata: "Saya pernah berkata kepada Trump, karena dia agak bertanya, 'Menurut Anda, apa pekerjaan presiden?' Dan saya berkata, itu adalah untuk memastikan tahap selanjutnya yang baik bagi mayoritas orang di negara, bukan satu pihak atau sekelompok kelompok kepentingan, dan kemudian mengembangkan rencana yang komprehensif dan melaksanakannya."

"Dan dia berkata: 'Oh, itu bagus. Itu bagus'. Dia tidak pernah melakukan ini.”

"Trump tidak memahami demokrasi," kata Woodward, menambahkan: “Amerika Serikat adalah salah satu negara langka yang dibentuk berdasarkan sebuah ide. Dan ide itu adalah demokrasi."

“Trump tidak mengerti bahwa komite 6 Januari telah membuktikannya. Dia tidak mengerti bahwa dia harus mengurus orang-orang. Dia harus memberi mereka nasihat, peringatan. Dan dia tidak melakukan ini.”

CNN juga memutar klip Woodward bertanya kepada Trump, pada musim panas 2020, apakah pandemi Covid telah membuatnya berkata pada dirinya sendiri, "Ah, ini ujian kepemimpinan seumur hidup?"

Trump menjawab dengan tegas: "Tidak."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Momen Celine Evangelista...
Momen Celine Evangelista Bimbing Anaknya Belajar Wudhu dan Salat Tuai Pujian Warganet
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
Berita Terkini
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Infografis
Donald Trump Sebut Negosiasi...
Donald Trump Sebut Negosiasi Nuklir Iran Berjalan Baik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved