Media AS: Arab Saudi Kibuli Amerika Serikat soal Minyak
Kamis, 27 Oktober 2022 - 12:21 WIB
loading...
A
A
A
Biden menuduh Riyadh berpihak pada Rusia dalam konflik Ukraina dan memperingatkan pembalasan, dengan mengatakan, “Akan ada konsekuensinya".
"Anggota Kongres yang telah menerima pengarahan tentang kesepakatan minyak rahasia telah marah karena Putra Mahkota Mohammed bin Salman menipu pemerintah [AS],” tulis New York Times dalam laporannya.
Para pejabat AS mengatakan kepada surat kabar itu bahwa beberapa hari sebelum pengumuman OPEC+, mereka telah diyakinkan oleh Mohammed bin Salman bahwa tidak akan ada pengurangan produksi minyak.
Ketika mereka kemudian mendengar bahwa Arab Saudi telah membalikkan posisinya dalam masalah ini, pejabat pemerintah melakukan upaya yang gagal untuk mengubah pikiran di istana kerajaan.
Para pejabat Arab Saudi mengatakan awal bulan ini bahwa keputusan OPEC+ hanya didasarkan pada pertimbangan ekonomi, bukan politik, dan bahwa Washington mencoba menunda langkah itu selama beberapa minggu.
Penundaan seperti itu mungkin telah mendorong pengumuman melewati tanggal 8 November.
Menurut jajak pendapat di Amerika, inflasi AS tetap mendekati level tertinggi 40 tahun dan menjadi perhatian utama pemilih Amerika menjelang pemilu paruh waktu.
"Anggota Kongres yang telah menerima pengarahan tentang kesepakatan minyak rahasia telah marah karena Putra Mahkota Mohammed bin Salman menipu pemerintah [AS],” tulis New York Times dalam laporannya.
Para pejabat AS mengatakan kepada surat kabar itu bahwa beberapa hari sebelum pengumuman OPEC+, mereka telah diyakinkan oleh Mohammed bin Salman bahwa tidak akan ada pengurangan produksi minyak.
Ketika mereka kemudian mendengar bahwa Arab Saudi telah membalikkan posisinya dalam masalah ini, pejabat pemerintah melakukan upaya yang gagal untuk mengubah pikiran di istana kerajaan.
Para pejabat Arab Saudi mengatakan awal bulan ini bahwa keputusan OPEC+ hanya didasarkan pada pertimbangan ekonomi, bukan politik, dan bahwa Washington mencoba menunda langkah itu selama beberapa minggu.
Penundaan seperti itu mungkin telah mendorong pengumuman melewati tanggal 8 November.
Menurut jajak pendapat di Amerika, inflasi AS tetap mendekati level tertinggi 40 tahun dan menjadi perhatian utama pemilih Amerika menjelang pemilu paruh waktu.
Lihat Juga :