Kapal Selam yang Jadi Permata Mahkota Triad Nuklir AS Berkeliaran di Laut Arab

Kamis, 20 Oktober 2022 - 18:17 WIB
loading...
Kapal Selam yang Jadi...
Komandan CENTCOM AS, Jenderal Michael Kurilla, kunjungi kapal selam rudal balistik USS West Virginia di sebuah lokasi rahasia di Laut Arab, Rabu (19/10/2022). Foto/USCENTCOM
A A A
MANAMA - Kapal selam rudal balistik bertenaga nuklir USS West Virginia milik Amerika Serikat (AS) diam-diam berkeliaran di Laut Arab. Komando Pusat (CENTCOM) menyebutnya sebagai permata mahkota triad nuklir Amerika.

Operasi kapal selam itu terungkap setelah CENTCOM pada hari Rabu mengumumkan bahwa komandan mereka, Jenderal Michael Kurilla, mengunjungi kapal tersebut di sebuah lokasi yang dirahasiakan di perairan internasional di Laut Arab.

Kurilla bergabung dengan Wakil Laksamana Brad Cooper, komandan Armada Kelima Angkatan Laut AS dan Komando Pusat Angkatan Laut (NAVCENT) AS.

Kurilla menerima demonstrasi langsung kemampuan kapal tersebut selama kunjungan.

“Kapal selam ini adalah permata mahkota dari triad nuklir, dan [USS] West Virginia menunjukkan fleksibilitas, kemampuan bertahan, kesiapan dan kemampuan pasukan USCENTCOM dan USSTRATCOM di laut,” kata Kurilla, seperti dikutip Jerusalem Post, Kamis (20/10/2022).

Baca juga: John Bolton Sebut AS Dapat Bunuh Vladimir Putin Jika Gunakan Senjata Nuklir

USS West Virginia adalah salah satu dari enam kapal selam rudal balistik yang ditempatkan di Pangkalan Kapal Selam Angkatan Laut Kings Bay, Georgia.

Kapal selam ini dilengkapi dengan beberapa rudal balistik Trident D5, yang masing-masing dapat dipersenjatai dengan hingga delapan hulu ledak nuklir W88 475 kiloton.

Meski demikian, kapal tersebut memiliki kemampuan untuk membawa total 20 rudal balistik.

Setiap hulu ledak W88 memiliki hasil sekitar 23 kali lebih besar dari bom nuklir "Fat Man" yang dijatuhkan di Nagasaki.

Menurut MIT Nuclear Weapons Education Project, ledakan yang disebabkan oleh senjata semacam itu kemungkinan akan menghancurkan sebagian besar struktur dalam radius 4,9 hingga 6 kilometer dan menyebabkan luka bakar tingkat 3 pada orang-orang dalam jarak sekitar 8 kilometer dari lokasi ledakan.

Pengumuman oleh CENTCOM ditandai sebagai tidak biasa oleh para analis, karena AS biasanya tidak mengungkapkan lokasi kapal selam rudal balistiknya.

Kunjungan komandan CENTCOM ke USS West Virginia terjadi di tengah kekhawatiran bahwa Rusia dapat menggunakan senjata nuklir taktis dalam invasi berkelanjutannya ke Ukraina dan karena Iran terus menyediakan drone ke Rusia untuk digunakan melawan Ukraina dan juga berencana untuk menyediakan rudal balistik.

NATO juga mengadakan latihan pencegahan nuklir tahunan di Eropa barat laut yang akan berlanjut hingga 30 Oktober.

Latihan itu melibatkan 14 negara dengan 60 pesawat, termasuk jet tempur, pesawat pengintai dan pesawat tanker. Latihan yang dinamai "Steadfast Noon" itu diselenggarakan oleh sekutu NATO yang berbeda setiap tahun.

Kunjungan komandan CENTCOM ke kapal selama USS West Virginia juga terjadi ketika China terus meningkatkan retorikanya terhadap Taiwan dan ketika upaya untuk kembali ke kesepakatan nuklir JCPOA dengan Iran tetap terhenti.

Pada hari Senin, Robert Malley, Perwakilan Khusus AS untuk Iran, mengatakan kepada CNN bahwa upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir JCPOA tidak ada dalam agenda AS karena telah terhenti selama dua bulan akibat tuntutan Iran.

“Iran membuat tuntutan yang tidak ada hubungannya dengan JCPOA dan selama itu pembicaraan akan terhenti,” kata Malley, yang menambahkan bahwa AS terus percaya diplomasi adalah cara terbaik untuk menghentikan Iran dari memperoleh senjata nuklir.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Prancis Konfirmasi Kasus...
Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Pasien Seorang Dokter!
Rekomendasi
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Makanan Panas Disantap...
Makanan Panas Disantap dengan Sendok Plastik, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved