Mantan PM Italia Berlusconi Bertukar Hadiah dan Surat Manis dengan Putin

Rabu, 19 Oktober 2022 - 21:01 WIB
loading...
Mantan PM Italia Berlusconi...
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Silvio Berlusconi di bandara di Roma, Italia, 4 Juli 2019. Foto/Sputnik/Alexey Druzhinin/REUTERS
A A A
ROMA - Mantan Perdana Menteri (PM) Italia Silvio Berlusconi diduga berhubungan kembali dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Berlusconi mengaku bertukar surat dan hadiah "manis" dengan presiden Rusia meskipun ada ketegangan saat ini antara Roma dan Moskow.

"Saya telah kembali berhubungan sedikit dengan Putin, cukup banyak, dalam arti bahwa untuk ulang tahun saya, dia mengirimi saya 20 botol vodka dan surat yang sangat manis," ungkap Berlusconi dalam rekaman audio yang dirilis kantor berita LaPresse.

“Saya menjawabnya dengan beberapa botol Lambrusco (wine) dan surat yang sama manisnya,” papar dia.

Baca juga: Jenderal Armagedon Rusia Pemimpin Perang di Ukraina Bicara untuk Pertama Kali

Berlusconi, yang merayakan ulang tahunnya yang ke-86 pada 29 September, dilaporkan membuat komentarnya kepada anggota parlemen di partainya Forza Italia pada Selasa (18/10/2022) di Roma.

Forza Italia kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengatakan Berlusconi dan partainya secara konsisten “sejalan dengan posisi Eropa dan Amerika Serikat” dalam konflik Rusia-Ukraina. Tidak ada ruang untuk ambiguitas, dan tidak pernah ada.

Baca juga: Arab Saudi Resmi Ajukan Keanggotaan BRICS, AS Makin Emosi

Dalam rekaman yang dipublikasikan LaPresse, Berlusconi mengatakan dia tidak bisa memberikan pendapatnya yang sebenarnya tentang konflik Rusia-Ukraina.

"Jika itu sampai di pers, akan ada bencana," ujar dia.

Perdana menteri tiga kali, yang memimpin Italia untuk sebagian besar periode 1994-2011, dikritik para politisi dan media karena mengatakan bulan lalu bahwa Putin melancarkan serangan militer Rusia di Ukraina untuk menggantikan pemerintahan Presiden Volodymyr Zelensky dengan “orang-orang yang layak. ”

Namun, kritikan itu tidak mencegahnya memenangkan kursi Senat dalam pemilu Italia bulan lalu.

Dia pun kembali ke majelis tinggi untuk pertama kalinya sejak dilarang memegang jabatan publik pada 2013, setelah dihukum karena kasus penipuan pajak.

Awal bulan ini, beberapa anggota parlemen Jerman menyerukan agar Berlusconi dan Forze Italia dikeluarkan dari Parlemen Eropa jika dia berani mendukung koalisi “sayap kanan ekstrem” Giorgia Meloni di Italia.

Para pemilih Italia memilih Meloni karena Partai Brothers of Italy-nya memimpin partai-partai sayap kanan meraih kemenangan dalam pemilu bulan lalu.

Mantan PM Italia itu bertemu Meloni pada Senin ketika kedua pemimpin bernegosiasi mengenai jabatan kabinet di pemerintahan baru Roma.

Berlusconi memiliki sejarah panjang hubungan persahabatan dengan Putin, termasuk menjamu pemimpin Rusia di vila liburannya di Sardinia pada tahun 2008.

Pada saat itu, Berlusconi mengatakan persahabatannya dengan Putin memupuk pemahaman yang lebih baik antara kedua pemimpin, yang merupakan “kepentingan bukan hanya dari kedua negara kita, tapi saya percaya seluruh dunia.”

Maestro media Italia itu juga mengunjungi Putin di Crimea pada tahun 2015, menjadi politisi Barat paling terkemuka yang mengunjungi semenanjung itu sejak penduduknya memilih bergabung dengan Rusia tahun sebelumnya.

Anggota Uni Eropa dan Amerika Serikat telah menolak mengakui reunifikasi Crimea dengan Rusia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
Istana Sangkal Kabar...
Istana Sangkal Kabar Presiden Prabowo ke Italia usai Kunjungi Prancis
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Korea Selatan vs Ceko:...
Korea Selatan vs Ceko: Taeguk Warriors Dijagokan Menang
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Berita Terkini
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved