AS Bantu Senjata Lagi ke Ukraina Senilai Rp11,2 Triliun, Sebut Rusia Kejam
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 12:07 WIB
loading...
A
A
A
Paket bantuan senjata terbaru Washington mencakup lebih banyak amunisi untuk HIMARS (Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi) dan menjadikan total bantuan militer AS ke Ukraina menjadi USD18,3 miliar sejak awal pemerintahan Joe Biden.
AS telah mengirim 20 unit HIMARS ke Ukraina dan telah menjanjikan 18 unit lagi yang akan dikirimkan di tahun-tahun mendatang.
HIMARS dianggap Washington terbukti menjadi senjata penting yang telah meningkatkan kemampuan Ukraina untuk menyerang depot amunisi, jembatan, dan target utama lainnya yang mengikis kemampuan Rusia untuk memasok pasukan.
Para pejabat Washington mengatakan paket baru AS sebagian besar ditujukan untuk mengisi kembali ribuan amunisi untuk sistem senjata yang telah berhasil digunakan Ukraina dalam serangan balasannya terhadap Rusia, saat perang memasuki bulan kedelapan.
Departemen Pertahanan AS, dalam sebuah pernyataan, mengatakan kebutuhan mendesak Ukraina adalah sistem pertahanan udara tambahan.
“Rusia telah meluncurkan ratusan roket ke kota-kota besar Ukraina. Pasukan Ukraina telah berhasil menembak jatuh rudal, tetapi mereka membutuhkan lebih banyak kemampuan pertahanan udara,” bunyi pernyataan tersebut.
Seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan kepada wartawan di Pentagon bahwa Rusia telah menembakkan lebih dari 80 rudal ke sasaran Ukraina selama satu periode 24 jam baru-baru ini dan pertahanan udara Ukraina mampu mencegat sekitar setengahnya.
AS telah mengirim 20 unit HIMARS ke Ukraina dan telah menjanjikan 18 unit lagi yang akan dikirimkan di tahun-tahun mendatang.
HIMARS dianggap Washington terbukti menjadi senjata penting yang telah meningkatkan kemampuan Ukraina untuk menyerang depot amunisi, jembatan, dan target utama lainnya yang mengikis kemampuan Rusia untuk memasok pasukan.
Para pejabat Washington mengatakan paket baru AS sebagian besar ditujukan untuk mengisi kembali ribuan amunisi untuk sistem senjata yang telah berhasil digunakan Ukraina dalam serangan balasannya terhadap Rusia, saat perang memasuki bulan kedelapan.
Departemen Pertahanan AS, dalam sebuah pernyataan, mengatakan kebutuhan mendesak Ukraina adalah sistem pertahanan udara tambahan.
“Rusia telah meluncurkan ratusan roket ke kota-kota besar Ukraina. Pasukan Ukraina telah berhasil menembak jatuh rudal, tetapi mereka membutuhkan lebih banyak kemampuan pertahanan udara,” bunyi pernyataan tersebut.
Seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan kepada wartawan di Pentagon bahwa Rusia telah menembakkan lebih dari 80 rudal ke sasaran Ukraina selama satu periode 24 jam baru-baru ini dan pertahanan udara Ukraina mampu mencegat sekitar setengahnya.
Lihat Juga :