Rusia Ancam Keluar dari Kesepakatan Biji-bijian Laut Hitam

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 00:15 WIB
loading...
Rusia Ancam Keluar dari...
Petani memanen gandum di wilayah Donbass, 13 Juli 2022. Foto/REUTERS/Gleb Garanich
A A A
JENEWA - Rusia mungkin keluar dari kesepakatan biji-bijian Ukraina yang ditengahi PBB jika ketentuannya tentang fasilitasi ekspor produk makanan dan pupuk Rusia tidak dilaksanakan.

Ancaman itu diungkapkan Duta Besar Rusia untuk PBB Gennady Gatilov di Jenewa.

“Jika kami melihat tidak ada yang terjadi di pihak Rusia dari kesepakatan ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia, maka permisi, kami harus melihatnya dengan cara yang berbeda,” tegas Gennady Gatilov kepada Reuters, Kamis (13/10/2022).

“Ada kemungkinan Moskow menahan dukungannya untuk perjanjian tersebut,” papar utusan itu.

Baca juga: Kini Giliran Jaringan Pipa Minyak Rusia ke Jerman yang Bocor

“Kami tidak menentang pengiriman biji-bijian, tetapi kesepakatan ini harus setara, harus adil dan dilaksanakan secara adil oleh semua pihak,” ujar dia.

Menurut Gatilov, pihak Rusia mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu, yang berisi daftar keluhan tentang bagaimana kesepakatan itu dilaksanakan.

Delegasi PBB diperkirakan tiba di Moskow pada Minggu untuk membahas kesepakatan tersebut, yang secara luas dipandang sebagai kunci untuk menghindari krisis pangan global.

Kesepakatan biji-bijian terobosan antara Moskow dan Kiev dicapai di Istanbul pada Juli dengan mediasi PBB dan Turki.

Kesepakatan itu bertujuan membuka ekspor biji-bijian Ukraina dan Rusia. Kedua negara tersebut termasuk di antara pengekspor biji-bijian terkemuka dunia, yang terhenti karena konflik antara kedua tetangga.

Moskow, yang menyediakan semua persyaratan bagi kapal-kapal dengan biji-bijian Ukraina untuk berangkat dari pelabuhan di Laut Hitam, telah mengeluh selama berbulan-bulan bahwa janji Guterres untuk menghilangkan hambatan terhadap ekspor makanan dan pupuk Rusia yang disebabkan sanksi internasional belum terpenuhi.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan, “Perwakilan PBB tetap berhubungan terus-menerus dengan pejabat Rusia, serta dengan pejabat dari Uni Eropa, Inggris dan AS untuk menghilangkan hambatan terakhir untuk memfasilitasi ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia.”

Dia menegaskan Guterres masih berkomitmen pada upaya tersebut, serta memiliki kesepakatan biji-bijian yang diperpanjang dan diperluas.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Berita Terkini
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Infografis
Jet Tempur Su-34 Rusia...
Jet Tempur Su-34 Rusia Lolos dari 3 Rudal Patriot AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved