Akhiri Kebuntuan Politik, Irak Tunjuk Presiden dan PM Baru
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 18:54 WIB
loading...
A
A
A
Bagaimanapun, upaya al-Sadr untuk membentuk koalisi yang berkuasa harus kandas di tengah oposisi dari blok pesaingnya. Ini diikuti kelumpuhan politik selama berbulan-bulan.
Pada bulan Juni, al-Sadr, seorang ulama yang sangat populer yang telah memposisikan dirinya melawan Iran dan Amerika Serikat, memerintahkan partainya untuk mundur dari parlemen, memicu kekhawatiran akan krisis konstitusional.
Baca: Dapat Ultimatum, Pendukung Ulama Syiah Irak Membubarkan Diri
Ketika pemerintah berusaha untuk menunjuk perdana menteri baru pada bulan berikutnya, ratusan pendukung al-Sadr masuk ke Zona Hijau Baghdad, pusat pemerintahan dan distrik diplomatik yang dijaga ketat di negara itu, pada beberapa kesempatan.
Pada bulan Agustus, al-Sadr mengatakan dia pensiun dari politik. Loyalisnya meresponsnya dengan mengamuk di jalan-jalan Ibu Kota dalam unjuk kekuatan yang menewaskan 21 orang dan lebih dari 250 terluka. Zona Hijau kembali diduduki, meskipun al-Sadr memerintahkan para pendukungnya untuk pulang 24 jam setelah pengumumannya.
Kekerasan sporadis terus mengganggu Zona Hijau. Sebelum sidang parlemen, sembilan roket mendarat di dalam dan di sekitar daerah yang dibentengi itu, melukai beberapa orang termasuk seorang anggota pasukan keamanan Irak.
Pada bulan Juni, al-Sadr, seorang ulama yang sangat populer yang telah memposisikan dirinya melawan Iran dan Amerika Serikat, memerintahkan partainya untuk mundur dari parlemen, memicu kekhawatiran akan krisis konstitusional.
Baca: Dapat Ultimatum, Pendukung Ulama Syiah Irak Membubarkan Diri
Ketika pemerintah berusaha untuk menunjuk perdana menteri baru pada bulan berikutnya, ratusan pendukung al-Sadr masuk ke Zona Hijau Baghdad, pusat pemerintahan dan distrik diplomatik yang dijaga ketat di negara itu, pada beberapa kesempatan.
Pada bulan Agustus, al-Sadr mengatakan dia pensiun dari politik. Loyalisnya meresponsnya dengan mengamuk di jalan-jalan Ibu Kota dalam unjuk kekuatan yang menewaskan 21 orang dan lebih dari 250 terluka. Zona Hijau kembali diduduki, meskipun al-Sadr memerintahkan para pendukungnya untuk pulang 24 jam setelah pengumumannya.
Kekerasan sporadis terus mengganggu Zona Hijau. Sebelum sidang parlemen, sembilan roket mendarat di dalam dan di sekitar daerah yang dibentengi itu, melukai beberapa orang termasuk seorang anggota pasukan keamanan Irak.
Lihat Juga :