NATO Bersiap untuk Latihan Nuklir di Tengah Kecemasan Akan Ancaman Putin
Rabu, 12 Oktober 2022 - 20:26 WIB
loading...
A
A
A
“Kita perlu memahami bahwa perilaku NATO yang dapat diprediksi – kekuatan militer kita – adalah cara terbaik untuk mencegah eskalasi. Kami ada di sana untuk menjaga perdamaian, untuk mencegah eskalasi dan mencegah serangan apa pun terhadap negara-negara sekutu NATO,” katanya.
"Jadi jika kita sekarang menciptakan alasan untuk kesalahpahaman, kesalahan perhitungan di Moskow tentang kesediaan kita untuk melindungi dan membela semua Sekutu, kita akan meningkatkan risiko eskalasi, dan itulah hal terakhir yang akan kita lakukan," imbuhnya.
Stoltenberg mengatakan kesiapan NATO untuk mempertahankan diri dari serangan apa pun menghalangi ancaman nuklir.
“Ini penting sebelum invasi ke Ukraina, menjadi lebih penting setelahnya, paling tidak mengingat retorika nuklir dari Presiden Putin dan dari Rusia,” tambahnya.
Baca: Rusia Mengaku Tidak Mengancam Siapa Pun dengan Senjata Nuklir
Stoltenberg mengatakan NATO memantau dengan cermat kekuatan nuklir Rusia dan belum melihat perubahan apa pun dalam postur mereka. Dia menambahkan bahwa para menteri NATO akan membuat keputusan pada hari Rabu untuk meningkatkan stok senjata.
Laporan media dalam beberapa pekan terakhir telah mengindikasikan bahwa anggota blok tersebut berjuang untuk mendapatkan senjata cukup cepat karena bantuan ke Ukraina menghabiskan persediaan mereka. Angkatan Darat Jerman, misalnya, memiliki amunisi yang cukup hanya untuk satu atau dua hari perang, Business Insider melaporkan pada hari Sabtu.
"Jadi jika kita sekarang menciptakan alasan untuk kesalahpahaman, kesalahan perhitungan di Moskow tentang kesediaan kita untuk melindungi dan membela semua Sekutu, kita akan meningkatkan risiko eskalasi, dan itulah hal terakhir yang akan kita lakukan," imbuhnya.
Stoltenberg mengatakan kesiapan NATO untuk mempertahankan diri dari serangan apa pun menghalangi ancaman nuklir.
“Ini penting sebelum invasi ke Ukraina, menjadi lebih penting setelahnya, paling tidak mengingat retorika nuklir dari Presiden Putin dan dari Rusia,” tambahnya.
Baca: Rusia Mengaku Tidak Mengancam Siapa Pun dengan Senjata Nuklir
Stoltenberg mengatakan NATO memantau dengan cermat kekuatan nuklir Rusia dan belum melihat perubahan apa pun dalam postur mereka. Dia menambahkan bahwa para menteri NATO akan membuat keputusan pada hari Rabu untuk meningkatkan stok senjata.
Laporan media dalam beberapa pekan terakhir telah mengindikasikan bahwa anggota blok tersebut berjuang untuk mendapatkan senjata cukup cepat karena bantuan ke Ukraina menghabiskan persediaan mereka. Angkatan Darat Jerman, misalnya, memiliki amunisi yang cukup hanya untuk satu atau dua hari perang, Business Insider melaporkan pada hari Sabtu.
Lihat Juga :