19 Orang Tewas dalam Serangan Bersenjata di Kantor Polisi Iran
Minggu, 02 Oktober 2022 - 05:15 WIB
loading...
Orang-orang bersenjata tak dikenal menyerang kantor polisi di kota tenggara Iran, Zahedan, Provinsi Sistan dan Baluchestan pada 30 September 2022. Foto/Tasnim
A
A
A
TEHERAN - Serangan separatis bersenjata menewaskan 19 orang, termasuk beberapa anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), di kantor polisi di Zahedan, Iran tenggara pada Jumat (30/9/2022).
Sebanyak 32 anggota IRGC juga terluka dalam serangan itu, termasuk anggota pasukan sukarelawan Basij.
“Kolonel IRGC Hamidreza Hashimi, tentara IRGC Mohammad Amin Azarshokr, dan tentara Basij Mohamad Amin Arefi dan Saeed Borhan Rigi termasuk di antara mereka yang tewas di tempat kejadian,” ungkap kantor berita IRNA.
Baca juga: Konsulat Rusia di New York Dirusak, Lihat Videonya
Kepala intelijen Seyyed Ali Mousavi juga dilaporkan tertembak dalam serangan itu, kemudian meninggal karena luka-lukanya.
“Orang-orang bersenjata itu diduga bersembunyi di antara jamaah di dalam masjid di dekat kantor polisi sebelum menyerang,” papar laporan IRNA.
Unggahan media sosial menyebutkan beberapa kantor polisi di Zahedan dikuasai “pengunjuk rasa” Baluchi pada Jumat, meskipun laporan media pemerintah tidak menyebutkan nama kelompok separatis yang terlibat dalam serangan mematikan itu.
Sebanyak 32 anggota IRGC juga terluka dalam serangan itu, termasuk anggota pasukan sukarelawan Basij.
“Kolonel IRGC Hamidreza Hashimi, tentara IRGC Mohammad Amin Azarshokr, dan tentara Basij Mohamad Amin Arefi dan Saeed Borhan Rigi termasuk di antara mereka yang tewas di tempat kejadian,” ungkap kantor berita IRNA.
Baca juga: Konsulat Rusia di New York Dirusak, Lihat Videonya
Kepala intelijen Seyyed Ali Mousavi juga dilaporkan tertembak dalam serangan itu, kemudian meninggal karena luka-lukanya.
“Orang-orang bersenjata itu diduga bersembunyi di antara jamaah di dalam masjid di dekat kantor polisi sebelum menyerang,” papar laporan IRNA.
Unggahan media sosial menyebutkan beberapa kantor polisi di Zahedan dikuasai “pengunjuk rasa” Baluchi pada Jumat, meskipun laporan media pemerintah tidak menyebutkan nama kelompok separatis yang terlibat dalam serangan mematikan itu.
Lihat Juga :