Pemerintahan Prancis Bubar, Macron Ingin Terus Berkuasa
Jum'at, 03 Juli 2020 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Pemilu lokal menghasilkan peningkatan dukungan pemilih pada Partai Hijau dan menegaskan masalah Macron pada para pemilih sayap kiri. Satu-satunya titik terang bagi Macron adalah kemenangan Philippe di kota pelabuhan Le Havre.
Dengan hanya tersisa 21 bulan hingga pemilu presiden mendatang, Macron ingin melakukan reposisi, menurut para penasehat dekatnya.
Dia membuat pertaruhan dengan mengganti Philippe yang kian lebih populer dengan publik dibandingkan Macron. Philippe menunjukkan kesetiaan sepanjang gelombang kerusuhan dan dapat muncul sebagai pesaing dalam pemilu presiden 2022. (Lihat Infografis: Duet Rafale-SU30 India Siap Mengguncang Ketegangan di Perbatasan)
Namun mempertahankan Philippe dalam posisinya juga terlalu problematik. Hal itu dapat menunjukkan Macron terlalu lemah melepas PM dan partai mudanya kurang mampu melakukan perombakan penuh kabinet. (Lihat Video: Pelaku Begal Menangis di Kaki Ibu, Korban Ternyata Kakak Angkat)
Dengan hanya tersisa 21 bulan hingga pemilu presiden mendatang, Macron ingin melakukan reposisi, menurut para penasehat dekatnya.
Dia membuat pertaruhan dengan mengganti Philippe yang kian lebih populer dengan publik dibandingkan Macron. Philippe menunjukkan kesetiaan sepanjang gelombang kerusuhan dan dapat muncul sebagai pesaing dalam pemilu presiden 2022. (Lihat Infografis: Duet Rafale-SU30 India Siap Mengguncang Ketegangan di Perbatasan)
Namun mempertahankan Philippe dalam posisinya juga terlalu problematik. Hal itu dapat menunjukkan Macron terlalu lemah melepas PM dan partai mudanya kurang mampu melakukan perombakan penuh kabinet. (Lihat Video: Pelaku Begal Menangis di Kaki Ibu, Korban Ternyata Kakak Angkat)
(sya)
Lihat Juga :