Menlu Retno Sebut Gerakan Non-Blok Berutang Memerdekakan Palestina
Senin, 26 September 2022 - 11:07 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi mengingatkan negara-negara Gerakan Non-Blok masih berutang untuk membebaskan Palestina dari penjajahan. Foto/Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
A
A
A
NEW YORK - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi mengingatkan bahwa negara-negara Gerakan Non-Blok (GNB) masih berutang untuk memerdekakan Palestina . Itu disampaikan dalam forum Pertemuan Tingkat Menteri GNB di New York.
“Salah satu alasan mengapa isu Palestina tetap berada dalam agenda GNB dan masih belum terselesaikan adalah karena adanya kesenjangan antara komitmen dengan apa yang sesungguhnya dilaksanakan oleh GNB,” kata Menlu Retno.
“Kita tidak melakukan walk the talk kita hanya bicara, tapi tidak berbuat," ujarnya dalam forum yang digelar 24 September, sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri RI, Senin (26/9/2022).
Baca juga: Abbas Salahkan Dunia Internasional karena Biarkan Israel Tindas Palestina
“Dalam seminggu terakhir, kita bicara banyak mengenai krisis global. Tetapi satu hal yang tidak boleh kita lewatkan adalah komitmen kita untuk Palestina. Membebaskan Palestina dari penjajahan adalah ‘utang’ kita bersama,” tegas Menlu perempuan pertama Indonesia tersebut.
“Salah satu alasan mengapa isu Palestina tetap berada dalam agenda GNB dan masih belum terselesaikan adalah karena adanya kesenjangan antara komitmen dengan apa yang sesungguhnya dilaksanakan oleh GNB,” kata Menlu Retno.
“Kita tidak melakukan walk the talk kita hanya bicara, tapi tidak berbuat," ujarnya dalam forum yang digelar 24 September, sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri RI, Senin (26/9/2022).
Baca juga: Abbas Salahkan Dunia Internasional karena Biarkan Israel Tindas Palestina
“Dalam seminggu terakhir, kita bicara banyak mengenai krisis global. Tetapi satu hal yang tidak boleh kita lewatkan adalah komitmen kita untuk Palestina. Membebaskan Palestina dari penjajahan adalah ‘utang’ kita bersama,” tegas Menlu perempuan pertama Indonesia tersebut.
Lihat Juga :