Amerika: AL China Besar, Kapal-kapal Perangnya Sangat Mampu Blokade Taiwan
Selasa, 20 September 2022 - 07:02 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengaku tidak tahu apakah China berusaha untuk mengambil tindakan nyata terhadap Taiwan, yang dianggap Beijing sebagai bagian integral dari wilayahnya, baik melalui invasi habis-habisan atau blokade laut.
“Jelas, jika mereka melakukan sesuatu yang non-kinetik, yang, Anda tahu, blokade kurang kinetik, maka itu memungkinkan komunitas internasional untuk mempertimbangkan dan bekerja sama tentang bagaimana kita akan memecahkan tantangan itu,” jelasnya.
Thomas melanjutkan, Beijing juga telah memperkuat kehadiran militernya di Laut China Selatan, jalur perairan yang sibuk di barat daya Taiwan, dan telah memiliterisasi sepenuhnya pulau-pulau buatan dan alami di bawah kendalinya di jalur perairan tersebut.
“Mereka sudah memiliki semua bunker yang mereka butuhkan, mereka sudah memiliki semua kapasitas penyimpanan bahan bakar yang mereka butuhkan, kemampuan untuk menampung pasukan, mereka memiliki rudal, radar, sensor,” katanya.
Taiwan telah menjadi masalah utama dalam hubungan AS-China selama beberapa dekade, di mana ketegangan semakin diperparah oleh kunjungan baru-baru ini oleh Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke pulau itu.
“Jelas, jika mereka melakukan sesuatu yang non-kinetik, yang, Anda tahu, blokade kurang kinetik, maka itu memungkinkan komunitas internasional untuk mempertimbangkan dan bekerja sama tentang bagaimana kita akan memecahkan tantangan itu,” jelasnya.
Thomas melanjutkan, Beijing juga telah memperkuat kehadiran militernya di Laut China Selatan, jalur perairan yang sibuk di barat daya Taiwan, dan telah memiliterisasi sepenuhnya pulau-pulau buatan dan alami di bawah kendalinya di jalur perairan tersebut.
“Mereka sudah memiliki semua bunker yang mereka butuhkan, mereka sudah memiliki semua kapasitas penyimpanan bahan bakar yang mereka butuhkan, kemampuan untuk menampung pasukan, mereka memiliki rudal, radar, sensor,” katanya.
Taiwan telah menjadi masalah utama dalam hubungan AS-China selama beberapa dekade, di mana ketegangan semakin diperparah oleh kunjungan baru-baru ini oleh Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke pulau itu.
Lihat Juga :