3 Negara Tujuan Orang Yahudi setelah Diusir Adolf Hitler dari Jerman

Senin, 19 September 2022 - 15:28 WIB
loading...
3 Negara Tujuan Orang...
Orang-orang Yahudi mengungsi ke berbagai negara setelah diusir dari Jerman oleh rezim Nazi pimpinan Adolf Hitler. Foto/REUTERS
A A A
JAKARTA - Pada awal Perang Dunia II sekitar tahun 1939, orang-orang Yahudi di negara-negara Eropa yang dikuasai rezim Nazi telah menjadi target pembantaian sistematis. Tragedi itu kemudian dikenal sebagai Holocaust.

Latar belakang rezim Nazi pimpinan Adolf Hitler menargetkan komunitas Yahudi masih menjadi teka-teki.

Banyak dari mereka yang lolos dari Holocaust, termasuk dari Jerman, melarikan diri dan mengungsi ke berbagai negara. Mereka dibantu beberapa organisasi dan individu.

Berikut ini beberapa negara yang menjadi tujuan pengungsian komunitas Yahudi setelah diusir rezim Hitler dari Jerman:

1. Palestina

Lebih dri 60.000 orang Yahudi dari Jerman mengungsi ke Palestina selama tahun 1930-an. Sebagian besar di bawah ketentuan Perjanjian Haavara (Transfer).

Orang Yahudi yang beremigrasi ke Palestina memiliki hambatan utama, yakni undang-undang Jerman yang saat itu melenyapkan aset mereka yang melarikan diri.

Menurut perjanjian tersebut, aset orang Yahudi di Jerman akan dibuang dan modal yang dihasilkan ditransfer ke Palestina melalui ekspor produk Jerman.

Sejumlah orang Yahudi memasuki Palestina secara terbatas selama masa perang melalui migrasi illegal (Aliyah Bet).

2. Swiss dan Spanyol

Sekitar 30.000 orang Yahudi diterima untuk mengungsi di Swiss, tetapi jumlah yang sama dikembalikan juga di perbatasan.

Sekitar 100.000 orang Yahudi mencapai Semenanjung Iberia. Spanyol menerima pengungsi dalam jumlah yang terbatas dan kemudian dengan cepat mengirim mereka ke pelabuhan Portugal di Lisbon.

Dengan begitu, ribuan dari mereka berhasil berlayar ke Amerika Serikat pada than 1940-1941, meskipun banyak yang tidak bisa memperoleh visa masuk Amerika.

3. Kuba

Kuba pernah menjadi tujuan pengungsi komunitas Yahudi yang melarikan diri dari Jerman.

Pada 27 Mei 1939 sebuah perahu yang membawa 937 pengungsi Yahudi mencoba masuk ke negara Karibia itu, namun hanya 28 imigran yang diterima.

MG/Navizia Louvitrioktavia
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendarahan Hebat, Wanita...
Pendarahan Hebat, Wanita Palestina Kehilangan Janin karena Tentara Israel Menahan Ambulans
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
Pengemudi Mobil yang...
Pengemudi Mobil yang Tabraki Pawai LGBTQ Berlin Ditembak Mati, Namanya Abdul Ballout
Siapa Kozo Okamoto?...
Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
MUI Tegaskan Dukung...
MUI Tegaskan Dukung Kemerdekaan Palestina: Kita Menolak Terhadap Genosida dan Islamophobia
Menlu Indonesia dan...
Menlu Indonesia dan 7 Negara Islam Kecam Tindakan Provokatif Israel di Masjid Al-Aqsa
Deretan Miliarder Asal...
Deretan Miliarder Asal Iran yang Sukses Bangun Kerajaan Bisnis di Amerika Serikat
Rekomendasi
Meghan Markle Punya...
Meghan Markle Punya Aturan Unik Soal Dessert untuk Kedua Anaknya
BBT Perkuat Ekosistem...
BBT Perkuat Ekosistem Industri Batam lewat Ekspansi Fiber dan 5G
Kapolda Metro Jaya Pimpin...
Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab 22 Pejabat Utama dan Kapolres, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved