China Beri Sanksi Para Bos Pemasok Senjata AS ke Taiwan

Sabtu, 17 September 2022 - 00:45 WIB
loading...
China Beri Sanksi Para Bos Pemasok Senjata AS ke Taiwan
Tentara memuat rudal anti-kapal buatan AS Harpoon AGM-84 pada misi kesiapan tempur di pangkalan udara Hualien, Taiwan, pada 17 Agustus 2022. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - China memberlakukan sanksi pribadi pada CEO dua raksasa manufaktur senjata Amerika Serikat (AS) atas keterlibatan mereka dalam penjualan senjata ke Taiwan.

Berita itu dikonfirmasi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China pada Jumat (17/9/2022).

Langkah Itu terjadi dua pekan setelah Washington mengumumkan paket senjata senilai USD1,1 miliar ke Taiwan, kesepakatan AS-Taiwan terbesar di era pemerintahan Presiden AS Joe Biden.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menjelaskan penjualan senjata AS ke pulau itu, yang dianggap China sebagai wilayahnya, "sangat melanggar" apa yang disebut kebijakan “Satu China” dan perjanjian yang ada antara AS dan China.

Baca juga: Memanas, Baku Tembak Pecah antara Pasukan Tajikistan dan Kirgistan

“Untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan keamanan China, pemerintah China telah memutuskan memberikan sanksi kepada Gregory J Hayes, Chairman dan Chief Executive Officer (CEO) Raytheon Technologies Corporation, dan Theodore Colbert III, Presiden dan Chief Executive Officer Boeing Defense, Space & Security, yang terlibat dalam penjualan senjata terbaru,” ungkap dia tanpa merinci sanksi apa yang akan dijatuhkan.

Menurut Reuters, Boeing adalah kontraktor utama untuk rudal anti-kapal Harpoon, dan Raytheon untuk rudal udara-ke-udara Sidewinder dan peralatan sistem radar termasuk dalam penjualan tersebut.

Baca juga: Dilanda Krisis, Israel Khawatir Presiden Mesir Sisi Terguling

Raytheon bersama dengan Lockheed Martin telah dikenai sanksi China sejak Februari, ketika Washington mengumumkan penjualan upgrade sistem rudal Patriot senilai USD100 juta ke Taipei.

Mao Ning mengulangi seruan kepada Washington untuk menghentikan semua pasokan senjata ke Taiwan dan “untuk berhenti menciptakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan ketegangan di Selat Taiwan.”
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1843 seconds (11.252#12.26)