Korban Tewas Banjir Dahsyat di Pakistan Mendekati Angka 1.500

Kamis, 15 September 2022 - 21:47 WIB
loading...
Korban Tewas Banjir...
Korban tewas banjir dahsyat di Pakistan mendekati angkat 1.500 jiwa. Foto/Ilustrasi
A A A
ISLAMABAD - Menurut data banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya dan telah menenggelamkan sebagian besar wilayah Pakistan telah menewaskan hampir 1.500 orang, sementara pihak berwenang mengatakan ratusan ribu orang masih tidur di udara terbuka setelah bencana itu.

Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional Pakistan, saat untuk pertama kalinya merilis jumlah total korban di seluruh negeri sejak 9 September, mengatakan pada hari Kamis (15/9/2022), penghitungan korban tewas mencapai 1.486.

Banjir, yang disebabkan oleh hujan monsun yang mencatat rekor dan pencairan gletser di pegunungan utara, telah berdampak pada 33 juta orang dari populasi 220 juta Pakistan. Banjir juga menyapu rumah, kendaraan, tanaman dan ternak dalam kerusakan yang diperkirakan mencapai USD30 miliar.

Ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal akibat banjir di provinsi Sindh selatan, dengan banyak yang tidur di tepi jalan raya layang untuk melindungi diri dari air.

Baca: Sekjen PBB Kunjungi Wilayah Pakistan yang Dilanda Banjir

"Kami telah membeli tenda dari semua produsen yang tersedia di Pakistan," kata kepala menteri Sindh Syed Murad Ali Shah dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari TRT World.

Namun, katanya, sepertiga dari tunawisma di Sindh bahkan tidak memiliki tenda untuk melindungi mereka.

"Penerbangan bantuan dari Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat tiba pada Kamis," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Awal pekan ini, Turki mengirim makanan, tenda, dan obat-obatan dengan 12 pesawat militer, empat kereta api, dan truk Bulan Sabit Merah Turki. PBB sedang menilai kebutuhan rekonstruksi.

Baca: PM Sharif: Setelah Banjir, Pakistan Terlihat Seperti Laut

Selama beberapa minggu terakhir, pihak berwenang telah membangun penghalang untuk mencegah air banjir keluar dari bangunan utama seperti pembangkit listrik dan rumah, sementara para petani yang tinggal untuk mencoba menyelamatkan ternak mereka menghadapi ancaman baru karena pakan ternak mulai habis.

Pemerintah Pakistan dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyalahkan krisis iklim atas luapan air yang melonjak setelah suhu musim panas yang memecahkan rekor.

Pakistan menerima 391 mm hujan, atau hampir 190 persen lebih banyak dari rata-rata 30 tahun, pada bulan Juli dan Agustus. Jumlah itu naik menjadi 466 persen untuk provinsi Sindh, salah satu daerah yang terkena dampak terburuk.

Baca: Banjir Belum Juga Surut, Petani Pakistan Rugi Besar

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa Selama Periode Libur Sekolah 2026
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
4 Tentara AS Tewas saat...
4 Tentara AS Tewas saat Latihan Tempur di Dekat Sekutu Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved