Ratu Elizabeth II Meninggal, Kapal Induk Senilai Rp51,6 Triliun Tembakkan 96 Meriam

Sabtu, 10 September 2022 - 12:41 WIB
loading...
A A A
Penghormatan senjata serupa pernah dilakukan untuk menandai kematian Ratu Victoria pada tahun 1901 dan Perdana Menteri Inggris pada masa perang Sir Winston Churchill pada tahun 1965.

Hormat senjata biasanya ditembakkan, baik di darat maupun di laut, sebagai tanda penghormatan atau penyambutan. Saat ini, hormat senjata menandai acara-acara khusus pada hari-hari tertentu dalam setahun, banyak di antaranya terkait dengan asosiasi kerajaan.

Sebagai contoh, hormat senjata dilakukan pada peringatan-peringatan kerajaan termasuk hari aksesi, ulang tahun raja atau ratu, hari penobatan, pembukaan sesi Parlemen negara, kelahiran kerajaan dan ketika kepala negara asing berkunjung dan bertemu raja atau ratu di London, Windsor atau Edinburgh.

Kementerian Pertahanan mengatakan tradisi hormat senjata secara rutin ditembakkan di seluruh negeri untuk menandai peristiwa nasional yang signifikan sejak berabad-abad yang lalu, dan ada catatan sejarah penghormatan yang terjadi pada awal abad ke-14 ketika senjata dan amunisi mulai diadopsi secara luas.

Pada pukul 1 siang pada hari Jumat, "Death Gun Salute" ditembakkan di London, serta di lokasi lain di Inggris dan di stasiun penghormatan di dalam dan luar negeri.

Satu putaran ditembakkan setiap 10 detik, di mana 96 putaran mewakili setiap tahun kehidupan Ratu Elizabeth II.

Di London, King's Troop Royal Horse Artillery menembakkan "Death Gun Salute" di Hyde Park, sementara pada saat yang sama "Death Gun Salute" ditembakkan ke Tower of London oleh Honorable Artillery Company (HAC).

Sekitar 71 kuda masuk ke Hyde Park, 36 di antaranya menarik enam meriam 13 pon era Perang Dunia Pertama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
Kapolri Mutasi Kapolda...
Kapolri Mutasi Kapolda dan Wakapolda pada Akhir Juni 2026, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved