Moskow: Turki Tak Bisa Jual Sistem Rudal S-400 Rusia ke AS!
Kamis, 02 Juli 2020 - 10:09 WIB
loading...
A
A
A
Namun, pemerintah Erdogan nekat membelinya dan membuat pemerintah Presiden Donald Trump mendepak Ankara dari keanggotaan program konsorsium bersama jet tempur siluman F-35. Bahkan, Washington menangguhkan pengiriman jet tempur yang telah dibeli Turki.
Senator Thune mempertimbangkan amandemen Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) 2021 yang dapat memungkinkan Washington untuk membeli perangkat militer berbahaya Rusia itu melalui anggaran pengadaan Angkatan Darat AS.
"Jumlah yang diperlukan mungkin diizinkan untuk digunakan oleh Angkatan Darat pada 'Missile Procurement, Army' untuk pembelian sistem pertahanan rudal S-400," bunyi rancangan amandemen NDAA 2021 yang diusulkan Thune.
Sementara itu, Ketua Komite Duma Negara Rusia untuk Urusan Internasional, Leonid Slutsky, mengatakan proposal Senator Thune "tidak berprinsip" dan "sinis".
"Saya tidak berpikir ini akan terjadi dan saya pikir Turki tidak akan mempertimbangkan proposal ini," kata Slutsky seperti dikutip Sputnik Turkish.
Turki menandatangani kesepakatan untuk membeli empat baterai sistem rudal itu dari Rusia pada September 2017 dengan harga hampir USD2,5 miliar. Turki sejauh ini telah menerima batch pertama senjata pertahanan tersebut yang menelan biaya USD1,3 miliar dolar, dan batch kedua dengan biaya USD1,2 miliar masih dalam proses.
Senator Thune mempertimbangkan amandemen Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) 2021 yang dapat memungkinkan Washington untuk membeli perangkat militer berbahaya Rusia itu melalui anggaran pengadaan Angkatan Darat AS.
"Jumlah yang diperlukan mungkin diizinkan untuk digunakan oleh Angkatan Darat pada 'Missile Procurement, Army' untuk pembelian sistem pertahanan rudal S-400," bunyi rancangan amandemen NDAA 2021 yang diusulkan Thune.
Sementara itu, Ketua Komite Duma Negara Rusia untuk Urusan Internasional, Leonid Slutsky, mengatakan proposal Senator Thune "tidak berprinsip" dan "sinis".
"Saya tidak berpikir ini akan terjadi dan saya pikir Turki tidak akan mempertimbangkan proposal ini," kata Slutsky seperti dikutip Sputnik Turkish.
Turki menandatangani kesepakatan untuk membeli empat baterai sistem rudal itu dari Rusia pada September 2017 dengan harga hampir USD2,5 miliar. Turki sejauh ini telah menerima batch pertama senjata pertahanan tersebut yang menelan biaya USD1,3 miliar dolar, dan batch kedua dengan biaya USD1,2 miliar masih dalam proses.
Lihat Juga :