Korsel Berharap Trump dan Jong-un Kembali Bertemu Sebelum Pilpres AS
Rabu, 01 Juli 2020 - 20:52 WIB
loading...
Presiden Korsel, Moon Jae-in menyatakan, Presiden AS, Donald Trump dan pemimpin Korut, Kim Jong-un harus bertemu lagi sebelum pemilihan presiden AS. Foto/REUTERS
A
A
A
SEOUL - Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in menyatakan, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korsel), Kim Jong-un harus bertemu lagi sebelum pemilihan presiden (pilpres) AS. Pilpres AS dijadwalkan berlangsung awal November mendatang.
Berbicara pasca melakukan pertemuan dengan Presiden Dewan Eropa, Charles Michel, Moon mengatakan pertemuan puncak antara Trump dan Jong-un akan membantu melanjutkan kembali perundingan nuklir yang macet.
( Baca juga: Istri Kim Jong-un Digambarkan 'Kotor', Korut Marah )
"Saya percaya ada kebutuhan bagi Korut dan AS untuk mencoba dialog sekali lagi sebelum pemilihan presiden AS. Masalah program nuklir dan sanksi pada akhirnya harus diselesaikan melalui perundingan Korut-AS," ucap Moon, seperti dilansir Reuters pada Rabu (1/7/2020).
Sementara itu, seorang pejabat Korsel mengatakan, kantor Moon telah menyampaikan pandangan seperti itu kepada AS dan para pejabat di Washington berusaha untuk melanjutkan perundingan.
Trump dan Kim bertemu untuk pertama kalinya pada tahun 2018 di Singapura, meningkatkan harapan kesepakatan untuk membuat Pyongyang menghentikan program senjata nuklirnya. Namun, pertemuan kedua mereka, pada awal 2019 di Vietnam, hancur berantakan.
( Baca juga: UMM Bakal Miliki Prodi Cyber Security dan Digital Forensik )
Keduanya kembali bertemu di zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea pada Juni 2019 dan sepakat untuk memulai kembali perundingan, tetapi pembicaraan tingkat kerja antara kedua pihak di Swedia pada Oktober berakhir buruk.
Berbicara pasca melakukan pertemuan dengan Presiden Dewan Eropa, Charles Michel, Moon mengatakan pertemuan puncak antara Trump dan Jong-un akan membantu melanjutkan kembali perundingan nuklir yang macet.
( Baca juga: Istri Kim Jong-un Digambarkan 'Kotor', Korut Marah )
"Saya percaya ada kebutuhan bagi Korut dan AS untuk mencoba dialog sekali lagi sebelum pemilihan presiden AS. Masalah program nuklir dan sanksi pada akhirnya harus diselesaikan melalui perundingan Korut-AS," ucap Moon, seperti dilansir Reuters pada Rabu (1/7/2020).
Sementara itu, seorang pejabat Korsel mengatakan, kantor Moon telah menyampaikan pandangan seperti itu kepada AS dan para pejabat di Washington berusaha untuk melanjutkan perundingan.
Trump dan Kim bertemu untuk pertama kalinya pada tahun 2018 di Singapura, meningkatkan harapan kesepakatan untuk membuat Pyongyang menghentikan program senjata nuklirnya. Namun, pertemuan kedua mereka, pada awal 2019 di Vietnam, hancur berantakan.
( Baca juga: UMM Bakal Miliki Prodi Cyber Security dan Digital Forensik )
Keduanya kembali bertemu di zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea pada Juni 2019 dan sepakat untuk memulai kembali perundingan, tetapi pembicaraan tingkat kerja antara kedua pihak di Swedia pada Oktober berakhir buruk.
(esn)
Lihat Juga :