Ulama Arab Saudi Sebut Mohammed bin Salman Putra Mahkota Umat Islam
Senin, 22 Agustus 2022 - 09:41 WIB
loading...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman saat mencuci Kakbah di Masjidilharam, Makkah. Ulama setempat memujinya sebagai Putra Mahkota Umat Islam. Foto/SPA
A
A
A
RIYADH - Seorang ulama terkemuka Arab Saudi menuai kritik dan ejekan setelah memuji Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) sebagai "Putra Mahkota Umat Islam".
Pujian itu disampaikan dalam tweet hari Selasa lalu ketika mengomentari foto Pangeran MBS sedang membersihkan Kakbah di Masjidilharam, Makkah.
Ulama tersebut bernama Sheikh Saleh bin Awad Al-Maghamsi, yang merupakan mantan imam di Masjid Quba di kota suci Madinah. Dia pernah menjadi murid almarhum Mufti Agung Sheikh Abdul Aziz bin Baz.
“Semoga Allah menambah kehormatan dan keberdayaanmu wahai Putra Mahkota Umat Islam,” tulis Maghamsi.
Baca juga: Biden Usik Pembunuhan Khashoggi, Mohammed bin Salman Balas Bongkar Dosa-dosa AS
Namun pujian itu membuat para pengguna media sosial mengkritik dan mengejek sang ulama.
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman telah mencitrakan diri sebagai pemimpin reformis dan moderat. Namun, reputasinya di luar negeri telah ternoda atas tuduhan bahwa MBS menekan hak asasi manusia (HAM), mengobarkan perang melawan Yaman dan dianggap menyetujui pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi.
Pujian itu disampaikan dalam tweet hari Selasa lalu ketika mengomentari foto Pangeran MBS sedang membersihkan Kakbah di Masjidilharam, Makkah.
Ulama tersebut bernama Sheikh Saleh bin Awad Al-Maghamsi, yang merupakan mantan imam di Masjid Quba di kota suci Madinah. Dia pernah menjadi murid almarhum Mufti Agung Sheikh Abdul Aziz bin Baz.
“Semoga Allah menambah kehormatan dan keberdayaanmu wahai Putra Mahkota Umat Islam,” tulis Maghamsi.
Baca juga: Biden Usik Pembunuhan Khashoggi, Mohammed bin Salman Balas Bongkar Dosa-dosa AS
Namun pujian itu membuat para pengguna media sosial mengkritik dan mengejek sang ulama.
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman telah mencitrakan diri sebagai pemimpin reformis dan moderat. Namun, reputasinya di luar negeri telah ternoda atas tuduhan bahwa MBS menekan hak asasi manusia (HAM), mengobarkan perang melawan Yaman dan dianggap menyetujui pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi.
Lihat Juga :