Warga Rusia Dipersulit di Negara NATO, Putin Diserukan Gunakan Senjata Nuklir
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 10:07 WIB
loading...
A
A
A
Menyebut negara-negara Baltik sebagai "Nazi", Solovyov berkata; "Anda ingin melarang kami, orang-orang Rusia untuk dapat berbicara dalam bahasa kami sendiri, meskipun 40 persen orang Latvia adalah penutur bahasa Rusia."
"Oke, kami akan mengirim pasukan kami untuk membela penduduk berbahasa Rusia," katanya dalam segmen di acaranya "Full Contact" di saluran Russia-1, yang dilansir Newsweek, Jumat (19/8/2022).
"Akankah negara-negara NATO ikut campur?" katanya. "Apakah ibu kota Eropa siap terbakar dari serangan rudal kami? Dan jika perlu, dari senjata nuklir taktis kami."
"Akankah Amerika siap untuk berperang untuk membela negara-negara Baltik yang melanggar hak-hak penutur bahasa Rusia?" ujarnya
Solovyov kemudian merujuk pada rudal balistik antarbenua (ICBM) berkemampuan nuklir yang telah dibanggakan Putin setelah tes senjata itu awal tahun ini.
"Akankah Amerika siap membuka wilayahnya untuk serangan Poseidon, Sarmat, atau senjata hipersonik lainnya," paparnya.
“Jika NATO terlibat, pendekatan kami akan berbeda, mereka bukan orang-orang kami, kami tidak akan kasihan pada mereka,” katanya, merujuk pada bagaimana Moskow akan merespons dengan senjata taktis dan strategis.
"Oke, kami akan mengirim pasukan kami untuk membela penduduk berbahasa Rusia," katanya dalam segmen di acaranya "Full Contact" di saluran Russia-1, yang dilansir Newsweek, Jumat (19/8/2022).
"Akankah negara-negara NATO ikut campur?" katanya. "Apakah ibu kota Eropa siap terbakar dari serangan rudal kami? Dan jika perlu, dari senjata nuklir taktis kami."
"Akankah Amerika siap untuk berperang untuk membela negara-negara Baltik yang melanggar hak-hak penutur bahasa Rusia?" ujarnya
Solovyov kemudian merujuk pada rudal balistik antarbenua (ICBM) berkemampuan nuklir yang telah dibanggakan Putin setelah tes senjata itu awal tahun ini.
"Akankah Amerika siap membuka wilayahnya untuk serangan Poseidon, Sarmat, atau senjata hipersonik lainnya," paparnya.
“Jika NATO terlibat, pendekatan kami akan berbeda, mereka bukan orang-orang kami, kami tidak akan kasihan pada mereka,” katanya, merujuk pada bagaimana Moskow akan merespons dengan senjata taktis dan strategis.
Lihat Juga :