11 Pria Hindu India Pemerkosa Wanita Muslim yang Hamil Dibebaskan dari Penjara

Rabu, 17 Agustus 2022 - 00:42 WIB
loading...
11 Pria Hindu India...
Sebelas pria Hindu yang memerkosa wanita Muslim selama kerusuhan komunal tahun 2002 di Gujarat, India, telah dibebaskan dari penjara. Foto/SINDOnews.com/Ilustrasi
A A A
AHMEDABAD - Sebanyak 11 pria Hindu yang divonis penjara seumur hidup karena pemerkosaan beramai-ramai terhadap seorang wanita Muslim yang sedang hamil di Gujarat, India , telah dibebaskan dari penjara. Korban diperkosamassa selama kerusuhan komunal tahun 2002.

Mereka dibebaskan dengan remisi setelah menjalani hukuman hampir 15 tahun.

Pembebasan 11 terpidana itu diumumkan para pejabat setempat pada Selasa (16/8/2022), yang memicu kecaman dari suami korban, pengacara dan politisi.

Ke-11 pria itu dihukum pada awal 2008 dan dibebaskan dari penjara di Panchmahals di negara bagian Gujarat barat pada hari Senin, ketika India merayakan 75 tahun kemerdekaan atau sejak berakhirnya kekuasaan Inggris.

Baca juga: Perampok Perkosa Gadis di Bus, Puluhan Penumpang Tak Berdaya untuk Menolong

Kekerasan komunal di Gujarat tahun 2022, salah satu kerusuhan agama terburuk di India, menyebabkan kematian lebih dari 1.000 orang, kebanyakan dari mereka Muslim.

Gujarat kemudian dipimpin oleh Perdana Menteri India saat ini Narendra Modi sebagai ketua menteri, dan partai nasionalis Hindu; Bharatiya Janata Party (BJP) masih mengaturnya.

Birokrat utama Panchmahals mengatakan kepada Reuters bahwa komite penasihat penjara distrik telah merekomendasikan pembebasan setelah mempertimbangkan waktu yang dihabiskan 11 orang di penjara dan perilaku baik mereka.

“Faktanya adalah mereka telah menghabiskan hampir 15 tahun di penjara dan memenuhi syarat untuk remisi,” kata pejabat setempat, Sujal Jayantibhai Mayatra.

Menurut para pejabat, undang-undang India mengizinkan narapidana untuk mencari remisi setelah 14 tahun dipenjara.

Suami korban, Yakub Rasul, mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya kecewa karena kerusuhan itu juga telah menewaskan banyak anggota keluarganya.

“Kami telah kehilangan keluarga kami dan ingin hidup damai, tetapi tiba-tiba ini terjadi,” katanya.

"Kami tidak memiliki informasi sebelumnya tentang pembebasan mereka, baik dari pengadilan atau pemerintah. Kami hanya mengetahuinya dari media," ujarnya, yang dilansir Rabu (17/8/2022).

Politisi dan pengacara oposisi mengatakan pembebasan itu bertentangan dengan kebijakan yang dinyatakan pemerintah untuk mengangkat perempuan di negara yang terkenal dengan kekerasan terhadap mereka.

"Pengampunan hukuman terpidana kejahatan mengerikan seperti pemerkosaan beramai-ramai dan pembunuhan tidak pantas secara moral dan etis," kata pengacara senior Anand Yagnik.

"Apa sinyal yang kita coba kirim?," ujarnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved