Virus Flu Baru Berpotensi Jadi Pandemi Muncul di China

Selasa, 30 Juni 2020 - 10:05 WIB
loading...
Virus Flu Baru Berpotensi...
Petugas peternakan lokal dan dokter hewan dengan pakaian pelindung mendisinfeksi peternakan babi sebagai langkah pencegahan flu babi, di Jinhua, provinsi Zhejiang, China, 22 Agustus 2018. Foto/REUTERS/Stringer
A A A
BEIJING - Para peneliti di China menemukan jenis baru virus flu babi yang berpotensi menjadi pandemi. Virus baru ini dapat menginfeksi manusia.

Dinamai G4, virus baru ini secara genetik merupakan keturunan dari strain flu babi H1N1 yang menyebabkan pandemi pada tahun 2009.

"Ia memiliki semua ciri penting dari menjadi sangat beradaptasi untuk menginfeksi manusia," kata para ilmuwan berbagai universitas China dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China. Virus baru ini ditemukan ketika dunia masih dilanda pandemi virus corona baru (Covid-19).

Dari 2011 hingga 2018, para peneliti mengambil 30.000 swab hidung dari babi di rumah jagal di 10 provinsi China dan di rumah sakit hewan, yang memungkinkan mereka untuk mengisolasi 179 virus flu babi.

Mayoritas adalah jenis baru yang telah dominan di antara babi sejak 2016. (Baca: Viral, Perawat Covid-19 Bercelana Dalam dengan APD Transparan )

Para peneliti kemudian melakukan berbagai eksperimen termasuk pada ferret, yang banyak digunakan dalam studi flu karena mereka mengalami gejala yang mirip dengan apa yang dialami manusia—terutama demam, batuk dan bersin.

G4 diamati sangat menular, bereplikasi dalam sel manusia dan menyebabkan gejala lebih serius pada musang.

Tes juga menunjukkan bahwa kekebalan yang didapat manusia dari paparan flu musiman tidak memberikan perlindungan dari G4.

Menurut tes darah yang menunjukkan antibodi yang diciptakan oleh paparan virus, 10,4 persen pekerjaternak babi sudah terinfeksi.

Tes juga menunjukkan bahwa sebanyak 4,4 persen dari populasi umum juga telah terpapar.

Karena itu, virus telah berpindah dari hewan ke manusia, tetapi belum ada bukti bahwa virus itu dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Namun, para ilmuwan khawatir virus baru ini bisa menular dari manusia ke manusia.

“Sangat mengkhawatirkan bahwa infeksi virus G4 pada manusia akan meningkatkan adaptasi manusia dan meningkatkan risiko pandemi manusia,” tulis para peneliti.

Para penulis penelitian menyerukan langkah-langkah mendesak untuk memantau orang yang bekerja dengan babi. (Baca juga:
Dalam Rapat, Tiba-tiba Diumumkan 10 Orang di DPR Positif COVID-19 )


“Pekerjaan ini datang sebagai pengingat yang baik bahwa kita secara terus-menerus menghadapi risiko munculnya patogen zoonosis baru dan bahwa hewan ternak, yang dengannya manusia memiliki kontak lebih besar daripada dengan satwa liar, dapat bertindak sebagai sumber penting pendemi virus," kata James Wood, kepala departemen kedokteran hewan di Universitas Cambridge, seperti dikutip news.com.au, Selasa (30/6/2020).

Infeksi zoonosis disebabkan oleh patogen yang telah melompat dari hewan yang bukan manusia ke manusia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Ditolak AS, Omar Artan...
Ditolak AS, Omar Artan Wasit Piala Dunia asal Somalia Disambut bak Pahlawan di Negaranya
Rekomendasi
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Demo Kenaikan Harga...
Demo Kenaikan Harga Pertamax, Aktivis 98: Ada Pergeseran Orientasi Mahasiswa
Berita Terkini
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved