Profil Salman Rushdie, Lahir dari Keluarga Muslim Kini Jadi Ateis Garis Keras
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 05:45 WIB
loading...
Salma Rushdie dan Padma Lakshmi saat masih menikah. Foto/REUTERS
A
A
A
NEW YORK - Penulis Salman Rushdie yang karyanya membuatnya jadi sasaran ancaman pembunuhan, diserang dan ditikam di bagian leher di acara sastra pada Jumat (12/8/2022) di negara bagian New York, Amerika Serikat (AS).
Polisi mengatakan seorang tersangka laki-laki menyerbu panggung lalu menyerang Rushdie dan seorang pewawancara, dengan Rushdie menderita "luka tusukan di leher."
Penulis berkewarganegaraan Inggris dan Amerika Serikat (AS) itu dilarikan dengan helikopter ke rumah sakit setempat.
Polisi hingga saat ini menambahkan bahwa kondisi pria kelahiran 19 Juni 1947 itu tidak diketahui.
Gubernur New York Kathy Hochul mengatakan Rushdie masih hidup. Dia memuji Rushdie sebagai, "Seorang individu yang telah menghabiskan puluhan tahun berbicara kebenaran kepada kekuasaan."
“Kami mengutuk semua kekerasan, dan kami ingin orang-orang dapat merasakan kebebasan untuk berbicara dan menulis kebenaran,” papar Hochul.
Baca juga: BREAKING NEWS: Penulis Satanic Verses Salman Rushdie Ditikam di Atas Panggung
Seorang polisi negara bagian yang ditugaskan untuk acara di Institusi Chautauqua, di mana Rushdie akan memberikan ceramah, segera menahan tersangka penikaman.
Polisi tidak memberikan rincian tentang identitas tersangka atau kemungkinan motif apa pun hingga saat ini.
Rekaman media sosial menunjukkan orang-orang bergegas membantu Rushdie dan memberikan perawatan medis darurat. Pewawancara juga mengalami cedera kepala dalam serangan itu.
Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran: Israel Makin Lemah karena Perlawanan Palestina Kian Kuat
Institusi Chautauqua yang mengadakan program seni dan sastra di komunitas tepi danau yang tenang 110 kilometer selatan Buffalo mengatakan dalam pernyataan bahwa mereka berkoordinasi dengan penegak hukum dan pejabat darurat.
Polisi mengatakan seorang tersangka laki-laki menyerbu panggung lalu menyerang Rushdie dan seorang pewawancara, dengan Rushdie menderita "luka tusukan di leher."
Penulis berkewarganegaraan Inggris dan Amerika Serikat (AS) itu dilarikan dengan helikopter ke rumah sakit setempat.
Polisi hingga saat ini menambahkan bahwa kondisi pria kelahiran 19 Juni 1947 itu tidak diketahui.
Gubernur New York Kathy Hochul mengatakan Rushdie masih hidup. Dia memuji Rushdie sebagai, "Seorang individu yang telah menghabiskan puluhan tahun berbicara kebenaran kepada kekuasaan."
“Kami mengutuk semua kekerasan, dan kami ingin orang-orang dapat merasakan kebebasan untuk berbicara dan menulis kebenaran,” papar Hochul.
Baca juga: BREAKING NEWS: Penulis Satanic Verses Salman Rushdie Ditikam di Atas Panggung
Seorang polisi negara bagian yang ditugaskan untuk acara di Institusi Chautauqua, di mana Rushdie akan memberikan ceramah, segera menahan tersangka penikaman.
Polisi tidak memberikan rincian tentang identitas tersangka atau kemungkinan motif apa pun hingga saat ini.
Rekaman media sosial menunjukkan orang-orang bergegas membantu Rushdie dan memberikan perawatan medis darurat. Pewawancara juga mengalami cedera kepala dalam serangan itu.
Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran: Israel Makin Lemah karena Perlawanan Palestina Kian Kuat
Institusi Chautauqua yang mengadakan program seni dan sastra di komunitas tepi danau yang tenang 110 kilometer selatan Buffalo mengatakan dalam pernyataan bahwa mereka berkoordinasi dengan penegak hukum dan pejabat darurat.
Lihat Juga :