Mantan Presiden Rusia: Zelensky Gunakan Buku Pedoman Hitler

Selasa, 09 Agustus 2022 - 20:13 WIB
loading...
Mantan Presiden Rusia:...
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menuding Presiden Ukraina Vladimir Zelensky ingin Barat mencari inspirasi dari Pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler.

Pernyataan keras itu diungkapkan Medvedev pada Selasa (9/8/2022) di tengah perang yang masih berkecamuk di Ukraina.

Medvedev, yang sekarang memegang posisi wakil ketua dewan keamanan nasional Rusia, mengecam Zelensky atas seruannya untuk hukuman kolektif bagi Rusia.

Baca juga: Zelensky: Larang Semua Warga Rusia Datang ke Negara-negara Barat Setahun

Pemimpin Ukraina yang didukung NATO itu menyerukan agar semua orang Rusia, terlepas dari kecenderungan atau keadaan mereka, untuk dideportasi dari negara-negara Barat.

“Adolf Hitler mencoba menerapkan ide-ide seperti itu tentang seluruh rakyat,” ujar Medvedev.

Dia menambahkan, "Ada pertanyaan lagi tentang sifat otoritas Ukraina?"

Pemusnahan oleh Nazi Jerman terhadap kelompok orang yang tidak diinginkan, termasuk Yahudi, Roma, LGBT, penyandang disabilitas, dan komunis, adalah salah satu contoh hukuman kolektif paling ekstrem dalam sejarah di dunia.

Baca juga: Jumlah Uang Kompensasi untuk Keluarga Tentara Rusia yang Tewas dalam Perang Ukraina

Teguran keras itu, yang dirilis di media sosial Medvedev, muncul sebagai tanggapan atas wawancara dengan Zelensky yang diterbitkan The Washington Post pada Senin.

Berbicara kepada surat kabar Amerika Serikat (AS), Zelensky menyerukan negara-negara Barat mengusir semua orang Rusia yang tinggal di tanah mereka dan melarang warga Rusia yang akan datang.

Menurut Zelensky, pengusiran yang diusulkan harus berlaku bahkan untuk penentang pemerintah Rusia.

“’Seluruh penduduk tidak bisa dimintai pertanggungjawaban, bukan?’ Bisa. Penduduk memilih pemerintah ini dan mereka tidak melawannya, tidak berdebat dengannya, tidak meneriakinya,” ujar presiden Ukraina seperti dikutip dalam wawancara tersebut.

Zelensky tampaknya menyarankan orang Rusia di luar negeri yang akan dipaksa untuk kembali ke negara asal mereka, di luar kehendak mereka, kemudian akan menekan pemerintah Rusia dan membuat Kremlin mempertimbangkan kembali kebijakannya terhadap Ukraina.

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, mengutip kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Lugansk di dalam negara Ukraina.

Protokol, yang ditengahi Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014. Mantan Presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Ketum PASI Luhut Panjaitan...
Ketum PASI Luhut Panjaitan Apresiasi Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang
Tegas! Roy Suryo dan...
Tegas! Roy Suryo dan Dokter Tifa Menolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
Dari Barak Militer ke...
Dari Barak Militer ke Panggung Politik, Perjalanan Ferry Irawan Panglima Baru Perindo Sultra
Berita Terkini
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved