5 Negara yang Kekurangan Jumlah Anak Kecil, Ini Alasan Warganya

Selasa, 09 Agustus 2022 - 17:52 WIB
loading...
A A A
Puerto Rico memiliki tingkat kesuburan 1,23 per wanita di tahun 2021. Jumlah anak-anak dengan usia di bawah 5 tahun di negara ini hanya 3,2% dari total populasi penduduk.

Sementara itu, kelompok usia rata-rata di negara tersebut adalah 46,3 tahun. Dalam 10 tahun terakhir, perempuan dengan usia 25 sampai 29 tahun yang belum menikah terus meningkat jumlahnya, yakni dari 71% menjadi 80%.

5. Jepang

Jepang juga masuk negara dengan jumlah anak kecil rendah. Adapun tingkat fertilitas di negara ini adalah 1,38 per wanita.

Mengutip laman Statistic Bureau of Japan, populasi anak usia 0 sampai 14 tahun di negara tersebut adalah 15,03 juta jiwa atau hanya 12% dari total populasi masyarakat Jepang.

Banyak masyarakat Jepang yang memilih tidak menikah. Di tahun 2021, hanya ada 514 ribu pernikahan yang terdaftar di Jepang.

Padahal, angkanya menyentuh 1,029 juta di tahun 1970. Berbagai sumber menyebut, alasan utama masyarakat Jepang tidak menikah adalah karena kondisi ekonomi di negara itu.

Di sisi lain, sebagian besar pria Jepang menganggap bahwa menikah bisa membatasi kebebasan mereka dalam menggunakan uang.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Berita Terkini
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Infografis
5 Negara yang Memilih...
5 Negara yang Memilih Jalur Negosiasi Tarif dengan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved