Zelensky Buka Pintu untuk Pernikahan Sesama Jenis di Ukraina
Kamis, 04 Agustus 2022 - 10:02 WIB
loading...
A
A
A
"Konstitusi Ukraina tidak dapat diubah selama darurat militer atau keadaan darurat (Pasal 157 Konstitusi Ukraina)," jelasnya.
Namun, Zelensky mengatakan dia akan bekerja dengan para menterinya untuk memastikan HAM dan kebebasan semua warga Ukraina.
“Dalam dunia modern, tingkat masyarakat demokratis diukur, antara lain, melalui kebijakan negara yang bertujuan untuk menjamin persamaan hak bagi semua warga negara. Setiap warga negara adalah bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat sipil, ia berhak atas semua hak dan kebebasan yang diabadikan dalam Konstitusi Ukraina," kata Zelensky.
"Semua orang bebas dan setara dalam martabat dan hak mereka."
Zelensky juga berterima kasih kepada lebih dari 28.000 orang yang menandatangani petisi untuk "posisi sipil aktif" mereka.
Di bawah hukum Ukraina, Presiden harus meninjau petisi yang mendapatkan lebih dari 25.000 tanda tangan.
Pada bulan Juni, PBB mengidentifikasi orang-orang LGBTQ sebagai kelompok yang secara khusus terkena dampak perang dan mengatakan para pengungsi LGBTQ dari negara tersebut seringkali menghadapi risiko pengucilan, eksploitasi, kekerasan dan pelecehan, dan menghadapi risiko perlindungan yang berbeda.
Namun, Zelensky mengatakan dia akan bekerja dengan para menterinya untuk memastikan HAM dan kebebasan semua warga Ukraina.
“Dalam dunia modern, tingkat masyarakat demokratis diukur, antara lain, melalui kebijakan negara yang bertujuan untuk menjamin persamaan hak bagi semua warga negara. Setiap warga negara adalah bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat sipil, ia berhak atas semua hak dan kebebasan yang diabadikan dalam Konstitusi Ukraina," kata Zelensky.
"Semua orang bebas dan setara dalam martabat dan hak mereka."
Zelensky juga berterima kasih kepada lebih dari 28.000 orang yang menandatangani petisi untuk "posisi sipil aktif" mereka.
Di bawah hukum Ukraina, Presiden harus meninjau petisi yang mendapatkan lebih dari 25.000 tanda tangan.
Pada bulan Juni, PBB mengidentifikasi orang-orang LGBTQ sebagai kelompok yang secara khusus terkena dampak perang dan mengatakan para pengungsi LGBTQ dari negara tersebut seringkali menghadapi risiko pengucilan, eksploitasi, kekerasan dan pelecehan, dan menghadapi risiko perlindungan yang berbeda.
Lihat Juga :