AS Bunuh Pemimpin Al Qaeda Ayman al-Zawahri dalam Serangan Drone

Selasa, 02 Agustus 2022 - 08:17 WIB
loading...
AS Bunuh Pemimpin Al...
Pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden (kiri) duduk bersama penggantinya Ayman al-Zawahri (kanan). Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) membunuh Pemimpin Al Qaeda Ayman Al-Zawahri dalam serangan pesawat tak berawak (drone) selama akhir pekan.

“Operasi itu termasuk melacaknya melalui keluarganya,” papar seorang pejabat senior pemerintah AS mengkonfirmasi kepada wartawan.

“Serangan itu, yang dilakukan pesawat tak berawak Angkatan Udara CIA, terjadi pada pukul 06:18 Minggu waktu setempat di Kabul ketika pemimpin Al Qaeda itu berdiri di balkon rumahnya,” ujar pejabat itu.

Seseorang yang akrab dengan operasi itu secara terpisah mengatakan butuh "beberapa hari" untuk mengkonfirmasi pembunuhan itu karena AS tidak "memiliki banyak aset di lapangan."

Zawahri tidak pernah mencapai status nama pendahulunya, Osama bin Laden, tetapi pembunuhannya tetap merupakan kemenangan besar bagi Amerika Serikat dalam perjuangan berkelanjutan melawan terorisme.

PBB memperingatkan kelompok teroris itu melampaui rekan-rekannya seperti Negara Islam, sebagai ancaman global jangka panjang.

Dalam pidato yang mengumumkan operasi tersebut, Presiden Joe Biden mengatakan dia memberikan persetujuan akhir untuk membunuh Zawahri, yang masih merencanakan serangan terhadap AS dan sekutunya.

“Keadilan telah ditegakkan, dan pemimpin teroris ini tidak ada lagi,” ujar Biden.

Beberapa menit sebelum pidato itu, seorang pejabat senior pemerintah berbicara kepada wartawan tentang bagaimana Zawahri diburu, ditemukan dan kemudian dibunuh.

“Tahun ini, kami mengidentifikasi bahwa keluarga Zawahri, istrinya, putrinya, dan anak-anaknya, pindah ke rumah aman di Kabul,” papar pejabat itu.

“Kami kemudian mengidentifikasi Zawahri di lokasi di Kabul melalui berbagai aliran intelijen,” ujar dia.

Kebiasaan pemimpin teroris berdiri di balkonnya memungkinkan AS untuk mengamatinya dan mengkonfirmasi identitasnya.

“Presiden menerima pembaruan tentang perkembangan target sepanjang Mei dan Juni,” ungkap pejabat senior itu, dan pada 1 Juli Biden menerima pengarahan tentang operasi yang diusulkan saat berada di Ruang Situasi Gedung Putih.

Direktur CIA William Burns, Direktur Intelijen Nasional Avril Haines dan penasihat keamanan nasional Jake Sullivan, antara lain, hadir dalam pertemuan itu.

“Serangan akhirnya dilakukan pada pukul 21:48. Timur pada 30 Juli oleh kendaraan udara tak berawak. Dua rudal api neraka ditembakkan ke Zawahri.… Hanya Zawahri yang tewas dalam serangan itu,” ungkap pejabat itu, dengan mengatakan tidak ada bukti korban jiwa lainnya.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved