Mengerikan, 3 Polisi AS Pukuli Remaja Muslim Berkali-kali meski Sudah Tak Berdaya

Senin, 01 Agustus 2022 - 12:18 WIB
loading...
Mengerikan, 3 Polisi AS Pukuli Remaja Muslim Berkali-kali meski Sudah Tak Berdaya
Pasukan polisi pukuli remaja muslim berkali-kali meski sudah tidak berdaya. Remaja yang dituduh membawa senjata api itu menderita luka parah. Foto/Facebook/Karam Ots
A A A
OAK LAWN - Tiga petugas polisi di Oak Lawn, Amerika Serikat (AS) , menuai kecaman setelah memukuli remaja muslim berusia 17 tahun yang sudah tidak berdaya. Pasukan polisi tersebut dianggap menggunakan kekuatan secara berlebihan.

Rekaman video dari kejadian itu menunjukkan tiga petugas polisi memukuli korban, Hadi Abuataleh, yang sudah terbaring di tanah.

Korban dipukuli hingga mengalami pendarahan setelah petugas polisi menemukan senjata berisi peluru di tangannya pada Rabu pekan lalu.

Remaja itu kini dirawat di rumah sakit karena luka parah yang dideritanya.
Mengerikan, 3 Polisi AS Pukuli Remaja Muslim Berkali-kali meski Sudah Tak Berdaya

Foto/Facebook via Independent

Insiden itu dimulai ketika polisi memerintahkan sebuah mobil di Oak Lawn sekitar pukul 17.30 pada Rabu pekan lalu. Polisi mengeklaim kendaraan itu kehilangan pelat nomor.

Baca juga: Horornya Penjara AS, 28 Tahanan Wanita Diperkosa atau Pun Dilecehkan Napi Pria

Kepala Polisi Oak Lawn, Daniel Vittorio, mengatakan pada konferensi pers bahwa petugas mendeteksi ganja yang berasal dari kendaraan.

Petugas, lanjut dia, kemudian menggeledah pengemudi dan meminta penumpang di kursi belakang, Hadi Abuataleh, untuk keluar dari mobil.

"Dia tampak gugup dan memiliki tas aksesori yang disampirkan di bahunya," kata Vittorio.

Polisi mengatakan remaja itu melarikan diri dan beberapa petugas polisi mulai mengejarnya.

Rekaman dashcam yang dirilis oleh polisi Oak Lawn menunjukkan Abuataleh terbaring di tanah saat dua petugas meninju kepalanya, dan seorang petugas lagi berlutut di atas kakinya.

Vittorio mengatakan remaja itu mencengkeram tas, menolak untuk melepaskannya.

“Begitu mereka mengkhawatirkan keselamatan mereka dan mereka memiliki kecurigaan yang masuk akal bahwa dia bersenjatakan senjata api di tas itu dan dia tidak mematuhi dan mencoba membuka tas itu, mereka takut akan keselamatan mereka,” katanya.

Petugas polisi menginterogasi dan memborgol remaja tersebut. Di dalam tas, Vittorio mengatakan mereka menemukan senjata kaliber .25 dengan tiga peluru tajam.

Kemarahan masyarakat tentang insiden itu tersulut setelah seorang pejalan kaki merekam aksi tiga petugas polisi yang memukuli remaja tersebut.

Myriah Deal, yang mem-posting rekaman video itu ke Facebook, mengatakan kepada ABC7 bahwa dia mengeluarkan ponselnya dan mulai merekam setelah polisi menjatuhkan Abuataleh ke tanah dan mulai meninjunya.

Dia mengatakan kepada media tersebut bahwa Abuataleh terlihat tenang dan tampaknya tidak melawan saat penangkapan.

Ibu Abuataleh, Dena Natour, mengatakan kepada CBS2 bahwa pemukulan itu membuat anaknya dirawat di rumah sakit dengan patah punggung dan wajah, pendarahan internal, dan memar parah.

“Mengapa polisi, lebih dari 300 pound, menyerang anak saya yang hanya 115 pound? Mengapa mereka melakukannya?," katanya kepada CBS2, yang dilansir Senin (1/8/2022).

“Itu tidak diperintahkan, tidak perlu, dan tidak dapat diterima. Saya ingin keadilan untuk anak saya. Ini tidak bisa diterima," ujarnya.

Pada hari Kamis, keluarga dan anggota komunitas Palestina memprotes di luar kantor polisi Oak Lawn.

Pengacara keluarga korban, Zaid Abdallah, mengatakan kepada ABC7 bahwa para petugas polisi telah menggunakan kekuatan yang "sangat berlebihan dan biadab".

Vittorio mengatakan insiden itu sedang ditinjau dan polisi belum mewawancarai Abuataleh.
(min)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2806 seconds (11.210#12.26)