Profil Isa Akayev, Komandan Tentara Muslim Tatar Krimea Ukraina yang Ikut Berperang Melawan Rusia

Rabu, 27 Juli 2022 - 18:25 WIB
loading...
Profil Isa Akayev, Komandan...
Profil Isa Akayev, Komandan Tentara Muslim Tatar Krimea Ukraina yang Ikut Berperang Melawan Rusia. FOTO/QHA
A A A
JAKARTA - Ketika Ukraina mendapat serangan bertubi tubi dari Rusia , Kiev mencoba mempertahankan diri dengan segala kemampuannya, sebelum datangnya bantuan dari NATO. Beberapa bantuan berupa alat perang dan sukarelawan turut membantu Ukraina bertahan hingga saat ini.

Salah satu sukarelawan yang turut membantu perang melawan Rusia ini adalah Isa Akayev. Melansir dari swissinfo.ch, Tempat asalnya yaitu Krimea telah dicaplok oleh Rusia pada tahun 2014 lalu. Akayev kemudian pindah ke Kiev dan membentuk batalyon Krimea. Sebuah unit kecil yang didominasi oleh Tatar Krimea, kelompok Muslim Turki yang berasal dari semenanjung Laut Hitam.

Baca: Ukraina Kenang Pembantaian Etnis Tatar Krimea oleh Uni Soviet

Sejak awal, kekuasaan Rusia di Krimea ini banyak ditentang oleh warga setempat. Karena dulu diktator Soviet Joseph Stalin memerintahkan deportasi massal Tatar Krimea pada tahun 1944, menuduh mereka bekerja sama dengan Nazi Jerman.

Karena khawatir akan kembali terjadi penindasan Akayev memutuskan untuk pindah ke Kiev, kota di mana awalnya dia sempat ditolak.Tetapi ketika terjadi gerakan separatis di dukung Rusia melawan Ukraina di Donbass timurnya pada tahun 2014, semua itu berubah.

Kelompoknya diizinkan untuk mendaftar sebagai unit sukarelawan di bawah kementerian dalam negeri Ukraina dan bertempur dalam konflik berikutnya, dengan tiga orang terluka. Bulan lalu mereka menandatangani kontrak untuk menjadi unit penuh tentara Ukraina.

Puluhan batalyon sukarelawan lainnya bermunculan pada tahun 2014 dan mulai membantu tentara reguler Ukraina yang belum siap untuk berperang di Donbas. Mereka termasuk dua unit Chechnya, satu Georgia, dan beberapa gerakan nasionalis sayap kanan.

Baca: Kiev Ancam Bom Jembatan Krimea, Rusia: Ini Pengumuman Serangan Teror

Lebih dari setengah batalion Akayev adalah Tatar Krimea, yang membentuk sekitar 15% dari populasi Krimea. Tatar Krimea merasa lebih menderita di bawah pendudukan Rusia, sehingga mereka merasa lebih dekat dengan pasukan Akayev.

Ketika invasi Rusia dilakukan, 50 orang unitnya orang unitnya ambil bagian dalam pertempuran di sekitar wilayah Kiev, tetapi sekarang berusaha untuk dikerahkan ke front selatan untuk berperang di wilayah Kherson yang berbatasan dengan Krimea.

Batalyon Krimea melakukan pengintaian terhadap pasukan Rusia di sekitar Yasnohorodka, sebuah desa 25 km sebelah barat Kyiv, dan kemudian di dekat Motyzhyn, kata Akayev.

Tujuan pasukan ini adalah kembali merebut Krimea yang masih sulit dilakukan karena wilayah Kherson yang jatuh ke tangan Rusia di awal perang, mendorong pasukan Ukraina mundur. Meskipun masih jauh dari tujuan mereka namun usaha yang telah dilakukannya ini kelak akan membuahkan hasil.



Sumber:
https://www.swissinfo.ch/eng/ukraine-s-muslim-crimea-battalion-yearns-for-lost-homeland/47640062
https://insidearabia.com/russian-invasion-of-ukraine-sparks-renewed-fears-in-crimean-tatars/
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Jangan Cuma Istri, Suami...
Jangan Cuma Istri, Suami Juga Harus Periksa Kesuburan saat Program Hamil
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved