Antisipasi Penyebaran Pandemi, WHO Tolak Paspor Kebal Covid-19

Senin, 27 April 2020 - 09:35 WIB
loading...
A A A
“Belum ada bukti orang-orang yang membangun antibodi setelah sembuh dari virus corona benar-benar aman dari serangan virus itu untuk kedua kali,” demikian kata WHO.

Sebagian besar kajian yang dijalankan sejauh ini menunjukkan orang-orang telah sembuh dari Covid-19 memiliki antibodi dalam darah mereka, tapi sebagian dari mereka punya antibodi berkadar rendah. WHO belum mengevaluasi apakah keberadaan antibodi pada virus corona menimbulkan kekebalan terhadap penularan virus tersebut untuk kedua kalinya.

“Pada tahap ini, belum ada cukup bukti mengenai efektivitas antibodi untuk menjamin akurasi 'paspor imunitas' atau 'sertifikat bebas risiko',” kata WHO. WHO juga mengatakan rangkaian uji laboratorium untuk mendeteksi antibodi perlu divalidasi lebih lanjut untukdalam menentukan akurasinya dan membedakan penularan virus SARS-CoV-2—yang menyebabkan Covid-19—dengan enam virus corona lainnya yang terlebih dulu menyebar.

Anders Wallensten dari Badan Kesehatan Masyarakat Swedia mengatakan kekebalan tubuh belum diketahui secara mendalam. “Kami akan tahu lebih banyak setelah makin banyak orang yang diuji antibodinya, makin panjang waktunya, dan makin banyak laporan penularan kembali yang dilaporkan,” paparnya dilansir BBC.

Belgia juga menjadi negara yang menentang pemberian “paspor imunitas”. “Saya menentang pemberian paspor kepada orang-orang yang hijau atau yang merah, tergantung pada status serum darah mereka,” ujar Professor Marc Van Ranst, pakar virologi sekaligus anggota Kelompok Peninjau Risiko serta Komite Sains mengenai virus korona di Belgia. Dia mengatakan, sertifikat itu justru memunculkan pemalsuan yang membuat orang-orang bersedia menularkan virus pada diri mereka. “Ini bukan ide bagus. Ini ide yang sangat buruk,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
WHO Peringatkan Skenario...
WHO Peringatkan Skenario Nuklir Terburuk di Iran, Rusia Kutuk Serangan Israel
WHO Ungkap Lebih dari...
WHO Ungkap Lebih dari 16.500 Orang di Gaza Butuh Perawatan Medis Mendesak
BPOM dan WHO Perkuat...
BPOM dan WHO Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Salah Satunya Mutasi Virus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved